BATU - Persiapan operasional bus Trans Jatim di wilayah Malang Raya terus dimatangkan. Sejumlah evaluasi dihasilkan dari uji coba perdana Koridor I dengan rute Terminal Hamid Rusdi, Kota Malang, hingga Terminal Kota Batu yang digelar Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur pada Jumat lalu (24/10).
Di antara perubahan empat jalur dan penambahan satu jalur baru. Selain itu, jumlah halte yang semula hanya tiga titik berubah menjadi tujuh titik. Sehingga, akan ada tujuh jalur dan tujuh halte di Kota Batu yang akan dilewati Bus Trans Jatim nanti (selengkapnya baca grafis).
Uji coba berlangsung selama dua jam menggunakan bus medium produksi karoseri New Armada berkapasitas 35 penumpang dengan 20 tempat duduk dan 15 pegangan tangan. Kepala Dishub Kota Batu, Hendry Suseno, mengatakan uji coba berjalan lancar tanpa kendala teknis berarti, meski sempat menemui titik macet di Jalan Gajayana, Kota Malang.
“Selama melintas di wilayah Kota Batu, kondisi lalu lintas relatif lancar,” ujar Hendry. Dia mengungkapkan, uji coba ini sekaligus menandai perubahan rute operasional Trans Jatim dari rancangan semula. Rute awal yang melewati Terminal Landungsari–Jalan Raya Dadaprejo kini dialihkan melalui Simpang Tiga Polsek Dau.
Dari Terminal Landungsari, bus kini melintas ke Sengkaling, lalu Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, sebelum menuju Batu Night Spectacular (BNS), Jatim Park 2, Jalan Imam Bonjol, Jalan Pattimura, dan Jalan Dewi Sartika, hingga berakhir di Terminal Kota Batu.
Perubahan rute ini turut memengaruhi pemetaan titik halte dan pemberhentian bus.Semula hanya ada tiga titik yang direncanakan, kini berkembang menjadi 29 titik yang sedang dikaji, termasuk di kawasan Jatim Park 2, BNS, RS Baptis, Perempatan Tlekung, Batu Economic Park (BEP), Kantor Kecamatan Junrejo, dan Balai Desa Junrejo. “Jika tak memungkinkan dibangun halte, cukup dipasang rambu bus stop saja,” jelasnya.
Nantinya, penumpang dapat mengakses dua rute utama yakni Terminal Hamid Rusdi – Terminal Batu, melewati Terminal Madyopuro, Stasiun Malang, Kajoetangan Heritage, Jalan Bandung, Gajayana, Sengkaling, Sumbersekar, dan Junrejo.
Sedangkan, rute balik Terminal Batu – Hamid Rusdi melalui Jatim Park 2, Sumbersekar, Sengkaling, Landungsari, Dinoyo, Stasiun Malang, hingga Madyopuro. Titik naik dan turun penumpang di Stasiun Malang juga dibedakan.
Bus dari arah Batu berhenti di bangunan baru Stasiun Malang Kota Baru. Sementara dari arah Hamid Rusdi berhenti di stasiun lama (patung singa). Seluruh pendanaan proyek, mulai dari pembangunan halte hingga operasional SDM, ditanggung Pemerintah Provinsi Jatim.
Dishub Kota Batu akan berperan dalam pengawasan operasional dan sinkronisasi teknis di lapangan. “Kami bersinergi penuh dengan Dishub Provinsi Jatim agar operasional Trans Jatim berjalan efektif,” pungkas Hendry. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho