BATU, RADAR BATU – Thrifting bukan cuma soal cek jahitan atau nyari model yang lucu. Ada beberapa trik yang jarang dibahas tapi sebenarnya bisa bikin hasil berburu baju bekas jauh lebih maksimal.
- Tes remas kain
Cara cepat cek kualitas kain tanpa perlu baca label adalah dengan meremas kainnya. Kalau kainnya masih bagus, seratnya akan kembali ke bentuk semula dengan cepat. Kalau butuh waktu lama buat "pulih" atau malah kusut permanen, tandanya kain sudah mulai rapuh.
Baca Juga: Thrift Ramaikan CFD Mbatu Sae
- Kenali kain "jackpot"
Wol dan kasmir termasuk incaran para thrifter berpengalaman karena harganya sangat tinggi kalau beli baru, jadi kalau nemu di tumpukan thrift dengan harga miring, itu jackpot. Sebaliknya, rayon dan viscose memang terasa lembut, tapi gampang melar kalau nggak dirawat dengan benar. - Curigai label yang "terlalu rapi" atau "terlalu berantakan"
Barang original biasanya punya label dan tag yang terjahit rapi dengan posisi simetris. Sebaliknya, barang KW cenderung punya jahitan label yang kurang presisi, ada typo di teksnya, atau logo yang bentuknya sedikit berbeda dari aslinya. - Perhatikan area yang menerima beban terbesar
Bagian bahu, kerah, ketiak, dan sambungan samping adalah titik yang paling sering menerima tekanan saat pakaian dipakai. Kalau area ini masih kuat meski cuma ada sedikit benang lepas, biasanya masih layak dan bisa diperbaiki.
Baca Juga: Thrifting Naik Daun, Apakah Brand Lokal Kurang Worth It?
- Cek warna, bukan cuma model
Warna yang sudah pudar bisa bikin pakaian terlihat lusuh saat dipakai, meskipun model dan mereknya sebenarnya bagus. Jadi jangan cuma fokus ke potongan baju, tapi juga perhatikan seberapa "hidup" warnanya.
Dengan menerapkan trik-trik ini, thrifting nggak cuma soal untung-untungan lagi—tapi bisa jadi skill yang bikin belanja lebih cerdas dan hemat.
Editor : Aditya NovrianSumber : sumber dari segala sumber