BATU, RADAR BATU - Kalian belakangan ini sering gak sih melihat perdebatan di media sosial tentang tren minum raw milk atau susu mentah? Beberapa orang mengklaim kalau susu segar yang langsung diperas dari sapi tanpa proses pemanasan jauh lebih kaya nutrisi dan rasanya lebih gurih. Namun, di sisi lain, para ahli kesehatan justru sangat melarang konsumsinya.
Bahkan, tren ini juga sempat bikin heboh karena pemain sepak bola Erling Haaland ternyata suka banget mengonsumsi raw milk sebagai bagian dari diet ketatnya demi menjaga performa fisik yang monster di lapangan. Tapi sayangnya, buat kalian yang tinggal di Indonesia, produk raw milk ini sangat langka dan hampir tidak pernah kalian temukan di rak-rak supermarket modern.
Baca Juga: Suka Main Hp Sebelum Tidur Malah Bikin Gak Bisa Tidur? Ini Rahasia yang Harus Kalian Tahu!
Mengapa demikian? Ternyata ada alasan medis dan regulasi kuat di balik jarangnya susu mentah ini beredar. Yuk, kita bedah alasan sebenarnya agar kalian tidak salah info!
1. Risiko Tinggi Kontaminasi Bakteri Berbahaya
Alasan utama dan paling krusial kenapa raw milk jarang dijual bebas adalah faktor keamanan pangan. Susu mentah yang baru diperas sangat rentan menjadi sarang bagi berbagai jenis bakteri patogen yang berbahaya bagi tubuh manusia.
Beberapa bakteri yang sering bersembunyi di dalam susu mentah antara lain Salmonella, E. coli, Listeria, hingga Campylobacter. Jika kalian nekat meminumnya tanpa proses pengolahan, bakteri-bakteri ini bisa memicu keracunan makanan yang parah, diare, kram perut ekstrem, hingga gagal ginjal.
2. Standar Regulasi Ketat dari BPOM
Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memiliki standar keselamatan yang sangat ketat untuk produk susu yang layak dikonsumsi masyarakat. Regulasi kita mewajibkan produk susu komersial untuk melewati proses pasteurisasi atau UHT (Ultra High Temperature).
Baca Juga: Yuk, Intip Rahasia Bekal Makan Siang yang Benar-Benar Bergizi!
Proses pemanasan ini bertujuan untuk membunuh seluruh bakteri jahat tanpa merusak nilai gizi makro di dalam susu. Karena raw milk sama sekali tidak melewati proses ini, produk tersebut tidak akan bisa mendapatkan izin edar resmi dari BPOM untuk dijual secara massal kepada kalian.
3. Iklim Tropis Indonesia Bikin Susu Cepat Basi
Kalian harus ingat kalau Indonesia adalah negara dengan iklim tropis yang cenderung hangat dan lembap. Kondisi cuaca seperti ini adalah surga bagi bakteri untuk berkembang biak dengan kecepatan berkali-kali lipat.
Susu mentah memiliki masa simpan yang sangat pendek, bahkan bisa basi hanya dalam hitungan jam jika tidak disimpan dalam suhu dingin yang konsisten. Tanpa sistem rantai dingin (cold chain) yang super canggih dari peternakan hingga ke tangan konsumen, menjual raw milk di Indonesia adalah hal yang sangat berisiko tinggi.
Tapi, jika kalian membeli susu murni langsung dari peternak sapi perah tradisional, pastikan kalian merebusnya terlebih dahulu hingga mendidih sebelum meminumnya demi membunuh bakteri tersembunyi.
Nah, sekarang kalian sudah tahu kan kenapa raw milk itu jarang ada dan kenapa perdebatan ini muncul? Yuk, jadi konsumen yang cerdas dan selalu utamakan keamanan pangan demi kesehatan tubuh kalian!
Editor : Aditya Novrian