Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Jangan Panik! Si Kecil Pilih-Pilih Makanan? Ini Tips Ampuh Hadapi Anak Picky Eater dengan Tepat

Parahita Ade Kumala • Jumat, 5 Juni 2026 | 04:00 WIB
Ilustrasi anak-anak yang picky eater (sumber foto: magnific)
Ilustrasi anak-anak yang picky eater (sumber foto: magnific)
BATU, RADAR BATU – Perilaku picky eater atau kebiasaan anak yang sangat pemilih terhadap makanan masih sering ditemui pada masa tumbuh kembang. Kondisi ini ditandai dengan penolakan terhadap makanan tertentu atau keengganan mencoba makanan baru, yang dapat dipengaruhi oleh faktor sensori, kebiasaan, hingga pengalaman negatif seperti pernah dipaksa makan.

Secara umum, picky eater terbagi dalam beberapa jenis. Pertama, sensory picky eater yang sangat sensitif terhadap tekstur, aroma, atau rasa makanan tertentu. Kedua, routine picky eater yang hanya mau mengonsumsi makanan dengan merek atau bentuk penyajian yang sama. Ketiga, fearful picky eater yang takut mencoba makanan baru karena khawatir rasa tidak enak atau pengalaman tersedak. Keempat, behavioral picky eater yang menolak makan sebagai bentuk penolakan atau mencari perhatian saat waktu makan.

Menghadapi kondisi ini, orang tua disarankan untuk tidak panik dan tetap konsisten dalam membangun kebiasaan makan yang sehat. Salah satu langkah penting adalah tidak memaksa anak saat menolak makanan, karena paksaan justru dapat menimbulkan trauma dan membuat anak semakin menolak makanan tersebut di kemudian hari.

Baca Juga: Jangan Salah Pilih, Berikut 5 Rekomendasi Sunscreen yang Cocok untuk Kulit Berjerawat Menurut Kandungannya

Selain itu, penting untuk membuat jadwal makan yang teratur, mulai dari sarapan, makan siang, hingga makan malam, agar anak mengenali rasa lapar secara alami. Orang tua juga dapat melibatkan anak dalam proses pemilihan atau penyiapan makanan agar mereka lebih antusias dan merasa memiliki keterlibatan.

Kreativitas juga menjadi kunci dalam mengatasi picky eater. Menyajikan makanan dengan bentuk menarik atau warna yang variatif dapat meningkatkan minat anak untuk mencoba. Selain itu, pengenalan makanan baru sebaiknya dilakukan secara bertahap dan berulang, karena anak umumnya membutuhkan waktu hingga 10-15 kali paparan sebelum mau menerima rasa baru.

Di sisi lain, orang tua juga perlu menjadi contoh dalam pola makan sehari-hari dengan menunjukkan kebiasaan mengonsumsi makanan sehat di depan anak. Namun, apabila anak menolak semua jenis makanan dalam kelompok gizi tertentu atau mengalami gangguan pertumbuhan, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: Mending Beli iPhone Bekas atau Android Baru? Banyak Orang Pilih Gengsi daripada Spesifikasi

Editor : Aditya Novrian
#picky eater #sayuran #lifestyle #parenting #anak-anak