Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Kenapa Dolar Naik Bikin Semua Serba Mahal? Ini Penjelasan Dampaknya ke Harga Kebutuhan

Parahita Ade Kumala • Kamis, 4 Juni 2026 | 23:00 WIB
Pelemahan Rupiah yang Signifikan terhadap Dolar AS (sumber foto: google finance)
Pelemahan Rupiah yang Signifikan terhadap Dolar AS (sumber foto: google finance)
BATU, RADAR BATU – Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah yang mencapai Rp18.033 per 4 Juni 2026 turut berdampak pada kenaikan harga berbagai kebutuhan di dalam negeri. Pelemahan rupiah membuat biaya impor dan produksi meningkat, sehingga berimbas langsung pada harga barang yang dibeli masyarakat sehari-hari.

Secara sederhana, dolar yang menguat membuat biaya pembelian barang dari luar negeri menjadi lebih mahal. Hal ini terjadi karena banyak sektor industri di Indonesia masih bergantung pada bahan baku, mesin, hingga energi yang dihitung menggunakan mata uang dolar.

Pertama, pada sektor makanan, dampaknya paling cepat dirasakan masyarakat. Banyak bahan pangan seperti gandum, kedelai, hingga daging impor dibeli menggunakan dolar. Ketika nilai dolar naik, biaya impor ikut meningkat dan akhirnya berdampak pada harga jual di pasar. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat komoditas pangan seperti beras, cabai, dan bawang merah menjadi penyumbang inflasi yang cukup signifikan, dengan harga beras kualitas bawah berada di kisaran Rp14.550 per kilogram.

Baca Juga: Liburan Bersama Anak dan Orang Tua? Ini Coban dengan Jalur yang Mudah Dijangkau

Kedua, pada sektor kebutuhan kendaraan dan energi, kenaikan dolar juga memengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi. PT Pertamina Patra Niaga sempat melakukan penyesuaian harga pada beberapa jenis BBM seperti Pertamax Turbo, sementara BBM subsidi seperti Pertalite tetap ditahan pemerintah agar tidak membebani masyarakat. Fluktuasi harga minyak dunia yang diperdagangkan dalam dolar membuat sektor ini cukup sensitif terhadap perubahan nilai tukar.

Ketiga, sektor gadget dan elektronik juga ikut terdampak. Sebagian besar komponen smartphone, laptop, dan perangkat elektronik lainnya masih diimpor dari luar negeri. Meski kenaikan harga tidak selalu terjadi secara langsung, produk terbaru biasanya mengalami penyesuaian harga mengikuti kondisi nilai tukar rupiah.

Secara keseluruhan, dampak penguatan dolar paling terasa pada kebutuhan pokok harian masyarakat, terutama sektor pangan. Sementara itu, sektor lain seperti kendaraan dan elektronik mengikuti dengan pola kenaikan yang lebih bertahap.

Dengan kondisi ini, masyarakat perlu lebih bijak dalam mengatur pengeluaran karena perubahan nilai tukar global dapat berdampak langsung pada biaya hidup sehari-hari.

Baca Juga: Makan Siang di Kawasan Cangar, Nikmati Kuliner di Tengah Udara Sejuk

Editor : Aditya Novrian
#lonjakan harga #dolar as #rupiah melemah