Sebelum menduduki posisi Kepala BGN, Nanik menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi. Ia dikenal sebagai mantan jurnalis yang kemudian aktif dalam berbagai kegiatan politik nasional serta menjadi bagian dari lingkaran pendukung Prabowo Subianto sejak Pilpres 2019.
Meski demikian, nama Nanik lebih dahulu dikenal publik pada 2018 saat kasus hoaks penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet mencuat. Saat itu, Nanik menjadi salah satu pihak yang menyebarkan informasi mengenai dugaan penganiayaan yang disebut dialami Ratna. Narasi tersebut kemudian menyebar luas dan dipercaya oleh sejumlah tokoh politik sebelum akhirnya terbukti tidak benar setelah penyelidikan kepolisian mengungkap bahwa luka di wajah Ratna merupakan hasil prosedur operasi plastik.
Baca Juga: Camping dengan View Pegunungan di Pujon, Alternatif Liburan Alam yang Banyak Diminati
Kasus tersebut menjadi salah satu peristiwa politik paling ramai diperbincangkan pada 2018. Setelah fakta sebenarnya terungkap, sejumlah pihak, termasuk Prabowo Subianto yang saat itu menjadi calon presiden, menyampaikan permintaan maaf kepada publik karena ikut menyampaikan informasi yang belum terverifikasi. Nama Nanik pun beberapa kali disebut dalam proses hukum dan persidangan yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Setelah Pilpres 2019, Nanik tetap aktif di dunia politik dan pemerintahan. Ia sempat menjadi Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Prabowo-Sandi dan kemudian dipercaya menduduki posisi Wakil Kepala BGN ketika lembaga tersebut dibentuk untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penunjukan Nanik sebagai Kepala BGN kini menghadirkan tantangan besar. Selain harus mengelola program yang menyasar puluhan juta penerima manfaat, ia juga akan menghadapi sorotan publik yang cukup tinggi terhadap kapasitas kepemimpinannya. Terlebih, program MBG sebelumnya sempat menjadi perhatian akibat sejumlah kasus keracunan makanan yang terjadi di beberapa daerah.
Dengan latar belakang yang kerap menjadi bahan perdebatan publik, kepemimpinan Nanik di BGN kemungkinan akan dinilai bukan hanya dari rekam jejak masa lalunya, tetapi juga dari kemampuannya memastikan program MBG berjalan aman, tepat sasaran, dan mampu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Wisata Batu Belum Lengkap Tanpa Berburu Oleh-Oleh, Ini Pilihan yang Banyak Dicari Wisatawan
Editor : Aditya Novrian