Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Trauma Daging Alot dan Bau Prengus, Ini Dia Penyebab Orang Ogah Makan Daging Kurban

Parahita Ade Kumala • Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00 WIB
Ilustrasi olahan daging kurban Idul Adha (sumbebr foto: magnific)
Ilustrasi olahan daging kurban Idul Adha (sumbebr foto: magnific)
BATU, RADAR BATU – Momen Idul Adha identik dengan melimpahnya olahan daging kurban. Namun, tidak sedikit orang justru memilih menghindari makan daging karena trauma dengan tekstur alot hingga bau prengus yang menyengat. Kondisi ini ternyata bukan sekadar soal selera, tetapi juga dipengaruhi cara penanganan daging yang kurang tepat.

Salah satu penyebab utama daging terasa alot adalah proses memasak yang terlalu cepat setelah penyembelihan. Daging yang belum melewati fase rigor mortis atau fase otot kaku akan memiliki serat yang keras jika langsung dimasak. Selain itu, kesalahan memotong daging searah serat juga membuat tekstur semakin sulit dikunyah.

Sementara bau prengus pada daging kambing biasanya berasal dari lapisan lemak putih dan senyawa alami pada tubuh hewan. Jika lemak tidak dibersihkan dengan baik, aroma menyengat akan semakin keluar saat proses pemasakan. Sisa darah yang menempel juga bisa memicu bau amis akibat pertumbuhan bakteri.

Baca Juga: 226 Jemaah Haji Asal Kota Batu Wukuf di Tengah Pengawasan Medis Ketat

Tak hanya faktor pengolahan, sebagian orang juga menghindari daging kurban karena alasan kesehatan. Penderita kolesterol tinggi, asam urat, hingga gangguan pencernaan sering merasa khawatir setelah mengonsumsi terlalu banyak daging merah. Ditambah lagi, menu olahan Idul Adha yang cenderung bersantan dan berminyak membuat banyak orang cepat eneg.

Meski begitu, ada beberapa trik agar daging kurban tetap nikmat disantap. Mulai dari mendiamkan daging selama beberapa jam sebelum dimasak, membuang lemak berlebih, hingga menggunakan pelunak alami seperti nanas dan daun pepaya. Memotong daging melawan arah serat juga terbukti membuat tekstur lebih empuk.

Dengan pengolahan yang tepat, daging kurban sebenarnya bisa tetap lezat, empuk, dan bebas bau prengus tanpa membuat orang trauma untuk menyantapnya lagi saat Idul Adha.

Baca Juga: Fenomena “Doom Thinking” pada Siswa, Terbiasa Memikirkan Kemungkinan Terburuk

Editor : Aditya Novrian
#prengus #daging kurban Idul Adha #idul adha #Alot