Fenomena ini ramai dibahas di media sosial setelah banyak warganet mengaku pengeluaran mereka membengkak tanpa sadar. Mulai dari biaya liburan singkat, pesan makanan online, kopi harian, ongkir, hingga check out barang diskon menjadi penyebab utama uang cepat habis sebelum akhir bulan.
Banyaknya tanggal merah di bulan Mei juga membuat gaya hidup konsumtif meningkat. Tidak sedikit anak muda memilih staycation, healing, atau sekadar jalan-jalan untuk memanfaatkan cuti bersama, meski akhirnya pengeluaran transportasi dan makan di luar jadi membengkak.
Baca Juga: Playlist Galau Jam 2 Pagi Masih Jadi Andalan Anak Muda Buat Overthinking
Selain itu, kebiasaan belanja impulsif saat promo e-commerce ikut memperparah kondisi keuangan. Barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan sering tetap dibeli karena takut ketinggalan diskon atau terbawa tren media sosial.
Pengeluaran kecil yang terlihat sepele juga menjadi penyebab utama kebocoran finansial. Nongkrong di kafe, langganan digital, hingga jajan harian Rp20 ribu sampai Rp50 ribu ternyata bisa terasa besar jika dilakukan hampir setiap hari.
Karena itu, banyak anak muda mulai mencoba mengatur ulang budgeting menjelang akhir bulan. Mulai dari mencatat pengeluaran harian, membatasi aplikasi belanja online, hingga mengurangi nongkrong menjadi cara sederhana agar tetap bisa bertahan sampai gajian berikutnya.
Baca Juga: Anak Muda Mulai Sadar Pentingnya Minum Air Putih, Tumbler Kini Jadi Barang Wajib Dibawa ke Mana-Mana
Editor : Aditya Novrian