Headset kabel dinilai unggul dari segi kualitas audio karena suara ditransmisikan langsung tanpa kompresi. Selain itu, perangkat ini juga bebas latensi sehingga lebih cocok digunakan untuk bermain game, editing video, maupun mendengarkan musik dengan detail suara yang lebih jernih.
Tidak sedikit pengguna juga memilih headset kabel karena praktis dan tidak perlu diisi daya. Pengguna cukup mencolokkan headset ke perangkat tanpa harus melakukan pairing Bluetooth atau khawatir baterai habis di tengah kegiatan.
Di sisi lain, TWS dan headset Bluetooth tetap menjadi favorit banyak orang karena menawarkan mobilitas yang lebih fleksibel. Tanpa kabel yang kusut, pengguna bisa lebih bebas bergerak saat olahraga, bekerja, hingga bepergian. Desainnya yang simpel dan modern juga membuat TWS dianggap lebih stylish.
Beberapa TWS terbaru bahkan dilengkapi fitur canggih seperti Active Noise Cancellation (ANC), kontrol sentuh, hingga mode transparansi yang membuat pengalaman mendengarkan musik terasa lebih nyaman. Namun, perangkat wireless tetap memiliki kekurangan seperti baterai yang harus rutin diisi ulang dan risiko mudah hilang karena ukurannya kecil.
Dari sisi kesehatan dan keamanan, headset kabel dianggap lebih aman karena tidak memancarkan sinyal Bluetooth dan minim risiko peretasan data. Meski begitu, baik headset kabel maupun TWS tetap harus digunakan dengan bijak.
Pengguna disarankan menerapkan aturan 60/60, yaitu tidak mendengarkan audio lebih dari 60 persen volume maksimal dan memberi jeda setiap 60 menit agar kesehatan telinga tetap terjaga.
Baca Juga: Perlahan Pulih, PLN Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik Massal di Sumatera
Editor : Aditya Novrian