Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Gen Z dan Drama Rambut Rontok: Dipicu Stres, Tugas Kuliah, hingga Kurang Tidur

Parahita Ade Kumala • Kamis, 21 Mei 2026 | 04:00 WIB
Ilustrasi rambut rontok (sumber foto: magnific)
Ilustrasi rambut rontok (sumber foto: magnific)
BATU, RADAR BATU – Rambut rontok kini menjadi salah satu keluhan yang semakin sering dialami anak muda, khususnya kalangan Gen Z dan mahasiswa. Fenomena ini bahkan ramai dibahas di media sosial karena banyak orang merasa mengalami hal serupa, mulai dari rambut menumpuk di lantai kamar kos hingga helai rambut yang rontok saat keramas atau menyisir.

Di balik fenomena tersebut, stres dan gaya hidup tidak teratur disebut menjadi pemicu utama. Dalam dunia medis, kondisi kerontokan akibat stres dikenal sebagai telogen effluvium, yaitu kondisi ketika tekanan mental membuat folikel rambut masuk ke fase istirahat lebih cepat sehingga rambut mudah rontok dalam jumlah banyak.

Baca Juga: Bapenda Kota Batu Berburu Setoran Pajak di Jalan Raya

Tekanan tugas kuliah, deadline yang menumpuk, hingga tuntutan akademik menjadi salah satu faktor terbesar. Banyak mahasiswa mengalami stres berkepanjangan karena harus mengejar nilai, organisasi, magang, hingga memikirkan masa depan setelah lulus. Kondisi ini memicu peningkatan hormon kortisol yang mengganggu siklus pertumbuhan rambut.

Selain stres, kebiasaan begadang juga menjadi penyebab utama. Kurang tidur atau sleep debt membuat proses regenerasi sel tubuh terganggu, termasuk pada folikel rambut. Tidak sedikit mahasiswa yang tidur hanya beberapa jam demi mengerjakan tugas atau belajar menjelang ujian.

Pola makan yang kurang sehat juga ikut memperparah kondisi tersebut. Kebiasaan mengonsumsi mie instan, kopi berlebihan, atau kurang asupan protein dan zat besi membuat akar rambut menjadi lebih rapuh. Kondisi ini umum dialami anak kos yang memiliki jadwal padat dan pola makan tidak teratur.

Baca Juga: DKKB Kota Batu Minta Cagar Budaya Simpang Patih Tak Jadi Tumbal

Di media sosial, fenomena panen rambut rontok bahkan menjadi candaan yang relate bagi banyak Gen Z. Banyak pengguna TikTok maupun X membagikan pengalaman melihat rambut berserakan di kamar sambil mengaitkannya dengan stres kuliah dan kurang tidur.

Meski sering dianggap sepele, kerontokan yang berlebihan tetap perlu diperhatikan. Untuk menguranginya, anak muda disarankan mulai memperbaiki pola tidur, mengelola stres, serta menjaga asupan nutrisi harian. Mengurangi penggunaan alat styling panas dan tidak mengikat rambut terlalu kencang juga dapat membantu menjaga kesehatan rambut.

Jika kerontokan terjadi secara ekstrem hingga menyebabkan penipisan rambut atau kebotakan, konsultasi dengan dokter kulit perlu dilakukan agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga: Gunungan Sampah dan Polusi Rokok Kepung Alun-Alun Kota Batu

Editor : Aditya Novrian
#mahasiswa #rambut rontok #lifestyle