Meski terlihat praktis, kebiasaan ini ternyata dapat berdampak pada kualitas tidur dan kesehatan tubuh. Salah satu yang paling sering terjadi adalah gangguan tidur akibat paparan blue light dari layar ponsel. Cahaya biru diketahui dapat menekan produksi hormon melatonin yang berfungsi mengatur waktu tidur, sehingga seseorang menjadi lebih sulit mengantuk atau mengalami insomnia.
Baca Juga: Dikritik Warganet, Megaproyek Rp 70 Miliar Gedung DPRD Kota Batu Batal Dibangun
Selain itu, ponsel juga memancarkan gelombang elektromagnetik saat mencari sinyal atau menerima notifikasi. Walaupun belum ada bukti kuat terkait penyakit serius, paparan dalam jarak dekat sering dikaitkan dengan keluhan seperti sakit kepala, tidur tidak nyenyak, hingga tubuh terasa tidak segar saat bangun pagi.
Tidak hanya itu, notifikasi yang terus muncul juga membuat otak tetap berada dalam kondisi waspada. Hal ini dapat mengganggu fase tidur lelap (deep sleep) dan memicu stres maupun rasa cemas secara tidak sadar.
Risiko lain yang jarang disadari adalah overheat atau panas berlebih pada perangkat. Menaruh ponsel di bawah bantal atau di atas kasur dapat menghambat sirkulasi udara sehingga perangkat menjadi panas dan berpotensi membahayakan baterai.
Agar kualitas tidur tetap terjaga, disarankan untuk meletakkan ponsel minimal satu hingga dua meter dari tempat tidur. Jika ponsel digunakan sebagai alarm, letakkan di meja samping tempat tidur dan aktifkan mode pesawat sebelum tidur. Mengurangi penggunaan layar satu hingga dua jam sebelum tidur juga dapat membantu tubuh beristirahat lebih optimal.
Baca Juga: Ratusan Vila di Kota Batu Belum Bayar Pajak, Potensi Kebocoran PAD Disorot
Editor : Aditya Novrian