BATU, RADAR BATU - Minat masyarakat Kota Batu terhadap mobil listrik masih minim. Itu terlihat dari permintaan pemasangan home charging yang cenderung stagnan bahkan menurun. Sejak Januari hingga April tahun ini, hanya ada 5 pengajuan baru.
Dari tahun ke tahun, belum ada peningkatan signifikan untuk permintaan pemasangan home charging. Selama tahun 2024 ada 11 permintaan pemasangan. Sementara, tahun 2025 angka pengajuannya tetap sama yaitu 11 permintaan.
“Pengguna mobil listrik di Kota Batu memang belum terlalu banyak. Pengajuannya paling sedikit dibanding Kota Malang dan Kabupaten Malang,” ujar Manajer PLN UP3 Malang Agung Wibowo.
BACA JUGA: Menikmati Siang di Pujon, Deretan Kafe dengan Pemandangan Alam dan Udara Dingin
Berdasarkan pantauan wartawan koran ini, tidak banyak mobil ramah lingkungan yang melintas di jalanan Kota Batu. Jarang tampak pelat nopol berwarna biru sebagai penanda khusus mobil listrik. Sekalinya ada, berasal dari luar kota seperti Surabaya atau Sidoarjo.
Agung menjelaskan daya yang dipasang untuk home charging rata-rata 7.700 VA. Pemasangan itu memang dikhususkan pengguna mobil listrik agar lebih murah. Sementara pengguna sepeda listrik dan motor listrik biasanya hanya mengajukan tambah daya saja.
Di sisi lain, Direktur PT Gatra Perdana Putra, Yudi Irawan Wijaya mengklaim peminat mobil listrik memang mulai berkembang. Namun, dia mengakui penjualannya belum meningkat secara drastis.
BACA JUGA: 5 Fakta Pendidikan di Kota Malang yang Bikin Kota Ini Disebut Kota Pelajar
“Tapi market-nya di Kota Batu cenderung kecil, seperti di diler saya ada brand Wuling dan Hyundai tidak terlalu banyak pembelinya dari Batu,” ujar Yudi. Kendati begitu, saat ini tren penjualan mobil listrik mulai meningkat lagi seiring isu kenaikan harga BBM.
Selain itu, instruksi Pemerintah Pusat untuk efisiensi bahan bakar dengan mengutamakan kendaraan ramah lingkungan juga mendorong peningkatan serapan pasar terhadap mobil listrik. Menurut Yudi, kunci berjualan mobil EV terletak pada edukasi pelanggan.
Ia menduga literasi terkait penggunaan mobil listrik di Kota Batu masih rendah. Itulah mengapa penggunanya minim. Yudi menegaskan pembeli harus diyakinkan penggunaan EV bisa menekan biaya operasional kendati harga beli cenderung tinggi. (aff/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan