RADAR BATU – Mengatur keuangan terkadang menjadi hal yang sulit dilakukan bagi sebagian orang. Kemudahan akses terhadap tabungan di gadget, belanja online, dan promosi di media sosial dapat menyebabkan pemborosan. Seseorang akan lebih mudah mengeluarkan uang untuk melakukan transaksi, termasuk untuk keinginan-keinginan yang impulsif.
Baca Juga: Menikmati Siang di Pujon, Deretan Kafe dengan Pemandangan Alam dan Udara Dingin
Dengan mengelola pendapatan setiap bulan, Anda dapat menghindari perilaku pemborosan karena perilaku impulsif yang tidak perlu. Berikut ini cara mengatur keuangan pribadi agar tidak boros.
1. Sisihkan Dana Darurat Setiap Awal Gajian
Menyisihkan dana darurat penting dilakukan sebagai langkah memastikan keamanan keadaan finansial di masa depan. Ketidakpastian keuangan nantinya perlu disiasati agar kondisi Anda tetap stabil meski dilanda hal-hal yang tidak diharapkan. Anda dapat mengalokasikan sebagian dari gaji Anda untuk ditabung dalam simpanan dana darurat.
Baca Juga: 5 Fakta Pendidikan di Kota Malang yang Bikin Kota Ini Disebut Kota Pelajar
2. Dahulukan Kebutuhan daripada Keinginan
Memiliki keinginan untuk membeli sesuatu adalah hal yang manusiawi, terutama ketika baru mendapat gaji. Namun, sering kali keinginan tersebut malah membuat pengeluaran menjadi tidak terkendali. Menyadari hal-hal yang menjadi kebutuhan dan keinginan membantu memahami skala prioritas sehingga kesehatan finansial dapat tetap terjaga.
Buatlah daftar prioritas yang mendahulukan kebutuhan, baru kemudian keinginan. Dengan begitu, Anda tidak akan menghamburkan uang untuk memenuhi keinginan dan lupa memenuhi kebutuhan yang lebih mendesak.
Baca Juga: Hamparan Mawar di Lereng Gunungsari, Wisata Petik Bunga Mawar yang Mulai Dilirik Wisatawan
3. Catat Pemasukan dan Pengeluaran
Membuat laporan keuangan sendiri dapat membantu memantau jumlah pemasukan dan pengeluaran tiap bulannya. Hal itu agar Anda dapat melacak ke mana saja uang dibelanjakan. Catatan itu dapat membantu Anda nantinya untuk menganalisa pengeluaran yang tidak perlu di bulan selanjutnya.
Baca Juga: Penyebab Insecure pada Siswa, Ini Cara Mengatasinya
4. Gunakan Metode 50/30/20
Metode ini merupakan salah satu cara membuat perencanaan pengeluaran bulanan. Skema ini artinya 50% gaji bulanan digunakan untuk kebutuhan, 30% untuk keinginan, dan 20% gaji untuk tabungan. Persentase tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan pribadi.
Baca Juga: Pagi Hari di Alun-Alun Batu Terasa Lengkap dengan Deretan Tempat Sarapan Ini
5. Gunakan Produk Perbankan Digital secara Optimal
Anda dapat mengaktifkan fitur autodebet untuk menabung secara rutin. Selain itu, pantau juga transaksi harian dan anggaran mingguan, serta aktifkan pengingat saat pengeluaran sudah melebihi batas.
Baca Juga: Overpacking, Kenapa Banyak Orang Membawa Barang Berlebihan Saat Bepergian?
6. Manfaatkan Diskon dan Promo dengan Bijak
Penawaran diskon, promo cashback, atau kupon harus dimanfaatkan dengan bijak. Terkadang, seseorang tergiur membeli sesuatu karena diskon atau promo, bukan karena kebutuhan. Tetap memanfaatkan diskon dan promo tanpa sikap impulsif merupakan usaha agar keuangan tetap stabil.
Editor : Aditya Novrian