Menu seperti ubi, jagung, singkong, kentang, edamame, hingga pisang rebus kini banyak dijual di pinggir jalan dan banyak dipromosikan di media sosial. Makanan sederhana yang dulu identik dengan menu rumahan itu kini kembali populer, terutama di kalangan anak muda.
Fenomena tersebut juga ramai di TikTok dan Instagram. Banyak pengguna membagikan menu sarapan sehat mereka berisi aneka makanan kukus atau rebus sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Baca Juga: Konten Podcast Dapat Dimanfaatkan Pelajar untuk Menambah Pengetahuan di Luar Sekolah
Tidak sedikit Gen Z mulai mengurangi konsumsi makanan cepat saji, gorengan, maupun minuman tinggi gula. Mereka kini lebih memperhatikan kandungan makanan yang dikonsumsi dan memilih menu yang dianggap lebih sehat.
Selain lebih sehat, makanan kukusan juga dinilai praktis dan ekonomis. Banyak penjual menawarkan paket real food dengan harga terjangkau, bahkan mulai Rp10 ribuan untuk satu porsi.
Kesadaran Gen Z terhadap kesehatan memang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya fokus pada kesehatan fisik, generasi muda kini juga mulai memperhatikan kesehatan mental dan pola hidup yang lebih seimbang.
Baca Juga: 96 Keluarga Prasejahtera di Kota Batu Segera Terima Dana RTLH
Media sosial menjadi salah satu faktor yang mendorong tren tersebut berkembang cepat. Konten tentang healthy lifestyle, mindful eating, hingga tantangan hidup sehat membuat semakin banyak anak muda tertarik mencoba pola makan yang lebih baik.
Meski begitu, tren hidup sehat juga dinilai perlu dijalani secara seimbang. Sebab, sebagian anak muda terkadang terlalu mengikuti tren kesehatan di media sosial tanpa memahami kebutuhan tubuh mereka sendiri.
Fenomena makanan kukusan dan real food ini menunjukkan adanya perubahan pola hidup di kalangan Gen Z. Jika dulu makanan cepat saji menjadi pilihan utama, kini makanan sederhana justru mulai dianggap lebih menarik dan menyehatkan.
Baca Juga: Enam Kandidat Sekda Kota Batu Jalani Uji Maraton di BKD Jatim
Editor : Aditya Novrian