Fenomena tersebut menunjukkan perubahan cara generasi muda menikmati hiburan digital. Jika dulu konten hiburan identik dengan konten yang mengusung konsep besar dalam produksi, kini menampilkan aktivitas sehari-hari justru terasa lebih menarik karena dianggap realistis dan dekat dengan kehidupan penonton.
Salah satu alasan GRWM banyak disukai adalah karena memberikan rasa nyaman. Banyak penonton menikmati video seperti ini sambil makan, belajar, atau sebelum tidur karena terasa santai dan tidak terlalu berat untuk ditonton.
Selain itu, konten GRWM juga menciptakan kesan seolah penonton sedang ditemani. Rutinitas sederhana yang dibagikan kreator membuat penonton merasa memiliki kedekatan emosional, meski tidak saling mengenal secara langsung.
Baca Juga: Deretan Olahan Strawberry Kota Batu yang Wajib Ada di Itinerary Kulinermu!
Di sisi lain, gaya penyampaian yang natural menjadi daya tarik utama. Banyak kreator kini lebih memilih menampilkan kehidupan sehari-hari secara apa adanya dibanding membuat konten yang terlalu sempurna atau penuh pencitraan.
Fenomena ini juga dipengaruhi algoritma media sosial. Semakin sering seseorang menonton konten GRWM, TikTok atau Instagram akan terus merekomendasikan video serupa di beranda pengguna.
Bukan hanya sebagai hiburan, konten GRWM juga sering dijadikan sumber inspirasi. Mulai dari referensi outfit, makeup, skincare, hingga cara produktif menjalani aktivitas sehari-hari.
Namun di balik popularitasnya, tren ini menunjukkan bagaimana anak muda kini lebih menyukai konten yang personal dan relatable. Hal-hal sederhana yang dulu dianggap biasa kini justru mampu menarik perhatian jutaan penonton di media sosial.
Fenomena tersebut membuktikan bahwa di era digital, hiburan tidak selalu harus mewah atau penuh sensasi. Rutinitas kecil sehari-hari pun bisa terasa menarik ketika dikemas secara dekat dan relevan dengan kehidupan penonton.
Baca Juga: Pelajar Semakin Bergantung pada Gadget saat Belajar, Pengaturan Waktu Dinilai Penting
Editor : Aditya Novrian