Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Saat Anak Muda Lebih Percaya Homeless Media daripada Portal Berita, Apa Alasannya?

Parahita Ade Kumala • Sabtu, 9 Mei 2026 | 23:00 WIB
Bersosial media (sumber foto: magnific)
Bersosial media (sumber foto: magnific)
BATU, RADAR BATU – Fenomena homeless media tengah ramai diperbincangkan setelah dirangkul Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI sebagai mitra penyebaran informasi digital. Di tengah derasnya arus media sosial, banyak anak muda kini justru lebih sering mendapatkan informasi dari akun seperti Folkative, Indozone, hingga USS Feed dibanding portal berita konvensional.

Homeless media merupakan media berbasis media sosial yang tidak memiliki situs web atau aplikasi resmi sendiri. Kontennya disebarkan langsung melalui Instagram, TikTok, hingga X dengan gaya penyampaian yang lebih singkat, santai, dan cepat dipahami audiens muda.

Baca Juga: Fun Tech Plaza JTP 3, Surga Wahana Futuristik dan Virtual Reality di Batu

Dikarenakan penyebarannya langsung melalui media sosial, homeless media menjadi sangat dekat dengan keseharian anak muda yang setiap waktu menggunakannya. Informasi muncul langsung di beranda yang biasa mereka gunakan untuk hiburan, sehingga berita terasa lebih mudah dijangkau dibanding harus membuka portal berita secara khusus.

Fenomena ini semakin berkembang karena anak muda dinilai lebih nyaman mengonsumsi informasi dalam bentuk visual singkat dibanding membaca berita panjang. Konten yang dikemas menggunakan bahasa sehari-hari membuat informasi terasa lebih relevan dan tidak terasa terlalu formal.

Selain itu, kecepatan menjadi faktor utama. Homeless media sering kali mampu mengunggah informasi lebih cepat karena fokus pada distribusi media sosial secara real-time. Dalam hitungan menit, sebuah isu bisa langsung muncul di TikTok atau Instagram pengguna.

Baca Juga: Pelajar Semakin Bergantung pada Gadget saat Belajar, Pengaturan Waktu Dinilai Penting

Hal inilah yang membuat pemerintah mulai melirik homeless media sebagai mitra komunikasi publik. Berdasarkan informasi yang beredar, Bakom RI menggandeng homeless media untuk meningkatkan efektivitas penyebaran informasi pemerintah, khususnya agar lebih mudah menjangkau generasi muda.

Di sisi lain, portal berita konvensional sering dianggap terlalu formal dan kaku oleh sebagian anak muda. Tampilan artikel panjang membuat generasi kini lebih cepat merasa bosan, terutama di tengah budaya konsumsi konten cepat yang berkembang di media sosial.

Meski begitu, fenomena ini juga memunculkan kekhawatiran soal akurasi informasi. Tidak semua homeless media memiliki standar verifikasi seketat media jurnalistik konvensional. Oleh karena itu, publik tetap perlu memilah informasi dan memastikan sumber berita yang dikonsumsi dapat dipercaya agar tidak termakan hoax.

Perkembangan ini menunjukkan perubahan pola konsumsi informasi generasi muda. Media sosial kini bukan lagi sekadar tempat hiburan, tetapi juga menjadi ruang utama bagi anak muda untuk mencari berita dan mengikuti isu terkini.

Baca Juga: Cokelat lovers, rekomendasi cokelat dan olahannya di Kota Batu

Editor : Aditya Novrian
#homeless media #media massa #lifestyle