Perubahan ini muncul seiring kondisi yang mereka hadapi, mulai dari perkembangan teknologi hingga ketidakpastian ekonomi yang memengaruhi cara mereka mengambil keputusan.
Gen Z bukan malas, tetapi lebih realistis dalam memaknai kesuksesan, di mana mereka tidak terpaku pada budaya kerja berlebihan atau menjilat atasan, melainkan lebih memilih keseimbangan hidup dan kualitas hidup yang baik.
Gen Z tumbuh di era digital dengan akses informasi yang luas, termasuk melalui platform seperti TikTok dan Instagram yang membentuk cara pandang terhadap kehidupan.
Baca Juga: Ketagihan Beli Blind Box, Hobi Baru Anak Muda yang Impulsif
Di satu sisi, mereka melihat standar hidup tinggi yang ditampilkan di media sosial, tetapi di sisi lain juga belajar memilah mana yang realistis untuk dijalani.
Hal ini membuat Gen Z tidak lagi terpaku pada definisi kesuksesan yang konvensional, seperti karier tinggi atau pencapaian materi semata.
Sebaliknya, mereka lebih memilih keseimbangan hidup, termasuk menjaga kesehatan mental dan memiliki waktu untuk diri sendiri.
Cara pandang ini juga terlihat dari prioritas yang mereka tetapkan, di mana banyak Gen Z mulai meninggalkan budaya kerja berlebihan dan lebih fokus pada kualitas hidup.
Baca Juga: Burnout Jadi Ancaman Nyata bagi Siswa, Ini Cara Mengatasinya
Menurut jurnal Expense, Gen Z berada di persimpangan antara tuntutan modernitas dan keinginan menjalani hidup yang lebih sederhana serta terarah.
Kondisi tersebut membuat mereka cenderung fleksibel dalam menentukan jalan hidup, tidak terpaku pada satu pilihan, dan lebih terbuka terhadap berbagai kemungkinan.
Bagi Gen Z, realistis bukan berarti menurunkan mimpi, melainkan menyesuaikan harapan dengan kondisi yang ada.
Mereka lebih memilih langkah kecil yang konsisten dibandingkan target besar yang sulit dicapai dalam waktu singkat.
Fenomena ini juga terlihat dari meningkatnya kesadaran terhadap pengelolaan keuangan, kesehatan mental, hingga pentingnya work-life balance.
Perubahan pola pikir ini menunjukkan bahwa Gen Z sedang membentuk definisi baru tentang kesuksesan, yaitu hidup yang stabil, cukup, dan sesuai dengan kemampuan diri.
Baca Juga: Menelusuri Cita Rasa Lama: 3 Kuliner Legendaris di Kota Batu
Editor : Aditya Novrian