Fenomena ini banyak ditemukan pada pengguna Instagram, khususnya Gen Z, yang tetap aktif tetapi tidak selalu menunjukkan aktivitasnya di akun utama. Tren ini berkembang seiring perubahan cara bermedia sosial dalam beberapa tahun terakhir.
Jika diperhatikan, second account biasanya tidak menggunakan nama asli, foto profilnya cenderung random, dan jumlah pengikutnya terbatas. Akun ini juga sering di-private dan berisi unggahan seperti curhatan, kegiatan keseharian, repost konten yang relate, hingga konten dengan jokes.
Baca Juga: Belum Ada Gerai KDMP yang Beroperasi, Operasional Mandiri Klaim Laba Sudah Mulai Tampak
Kehadiran akun kedua ini bukan tanpa alasan, melainkan karena akun utama sering terasa terlalu formal dan penuh tekanan sosial. Banyak pengguna merasa harus menjaga citra, memperhatikan jumlah likes, dan memikirkan penilaian orang lain.
Melalui second account, Gen Z bisa mengekspresikan diri dengan lebih jujur tanpa beban tersebut. Mereka lebih leluasa membagikan hal personal karena lingkaran pertemanannya lebih terbatas dan dekat.
Selain itu, second account juga berfungsi untuk menjaga privasi pengguna di ruang digital. Hal ini penting karena akun utama sering diikuti oleh banyak orang yang tidak terlalu dikenal, biasanya hanya karena relasi formal atau pertemuan singkat.
Fenomena ini juga berkaitan dengan kesehatan mental, terutama dalam mengurangi tekanan untuk tampil sempurna di media sosial. Dengan akun kedua, pengguna memiliki ruang aman untuk menjadi diri sendiri tanpa rasa cemas berlebihan.
Di sisi lain, second account dimanfaatkan untuk berbagi konten yang lebih real dan spontan. Interaksi yang terjadi pun terasa lebih dekat karena hanya melibatkan orang-orang tertentu.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kota Batu 27 April 2026: Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah
Fenomena ini menunjukkan adanya perubahan pola bermedia sosial dari yang bersifat publik ke arah yang lebih privat. Gen Z kini lebih mengutamakan kenyamanan dan kontrol diri dibanding sekadar eksistensi di dunia digital.
Dengan demikian, second account menjadi salah satu cara Gen Z beradaptasi dengan tekanan media sosial. Mereka memilih cara yang lebih personal agar tetap bisa aktif tanpa kehilangan ruang aman dalam berinteraksi.
Editor : Aditya Novrian