SISIR, RADAR BATU - Car Free Day (CFD) Mbatu Sae kembali digelar kemarin (29/3) setelah vakum selama Ramadan dan awal Idulfitri beberapa hari lalu. Ruang publik itu langsung dipadati warga dan tak hanya dimanfaatkan untuk berolahraga. Namun, juga menjadi ajang silaturahmi.
Warga berkumpul, berinteraksi, dan memanfaatkan ruang terbuka bersama. Suasana meriah terlihat dalam sesi senam zumba yang dipandu instruktur. Aktivitas ini menjadi pusat perhatian yang diikuti berbagai kalangan.
BACA JUGA Arus Balik Libur Panjang Picu Kemacetan di Kota Batu
Salah satu pengunjung, Devi Fortuna Ambarwati mengaku antusias dengan kembalinya CFD. Ia menilai kegiatan ini memberi ruang untuk berolahraga bersama. “Lumayan capek karena sudah lama tidak olahraga di luar,” ujarnya.
Selama Ramadan, ia lebih sering berolahraga mandiri di rumah. Namun menurutnya, suasana CFD memberikan pengalaman berbeda karena ada interaksi sosial. “Di sini bisa ketemu teman baru dan ada instruktur, jadi lebih semangat,” katanya.
BACA JUGA Pesan Makanan Online, Awas di Kota Batu Marak Jadi Sasaran Pencurian
Pengunjung lain, Nasha Kevin juga merasakan hal serupa. Ia menilai CFD menghadirkan suasana yang lebih hidup, terutama melalui kegiatan zumba. “Seru dan bikin semangat. Zumba-nya juga terasa efektif,” ujarnya.
Menariknya, kegiatan ini juga diikuti wisatawan mancanegara. Salah satunya Cristiano, turis asal Italia yang turut bergabung dalam sesi zumba. Ia awalnya hanya berjalan santai, tapi kemudian tertarik ikut berolahraga bersama warga. Ia mengaku telah lama mengenal zumba.
BACA JUGA Sopir Ngantuk, Mobil Boks Bermuatan Kue Pia Hantam Taman di Jalan Sultan Agung Kota Batu
“Saya sudah ikut zumba sekitar 10 tahun,” katanya. Ia mengapresiasi suasana CFD di Kota Batu yang dinilai hangat dan ramah. Baginya, kegiatan ini menjadi cara untuk lebih dekat dengan masyarakat lokal.
“Dari beberapa kota yang saya kunjungi, Kota Batu yang paling berkesan,” ujarnya. Kembalinya CFD Mbatu Sae menunjukkan fungsi ruang publik sebagai tempat interaksi sosial sekaligus aktivitas sehat.
Editor : Fajar Andre Setiawan