RADAR BATU -Mengonsumsi kopi bersamaan dengan beberapa jenis obat dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan serius.
Dosen Senior Praktik Farmasi di Universitas Kingston, Dipa Kamdar, mengungkapkan ada setidaknya lima kategori obat yang jika dikonsumsi bersamaan dengan kopi, dapat menyebabkan efek negatif bagi tubuh.
1. Obat flu dan pilek
Kopi mengandung kafein yang merupakan stimulan sistem saraf pusat.
Obat flu yang mengandung pseudoefedrin, juga stimulan, jika dikonsumsi bersamaan dengan kopi dapat meningkatkan risiko kegelisahan, sakit kepala, detak jantung cepat, dan insomnia.
Beberapa obat flu bahkan sudah mengandung kafein tambahan, sehingga risiko ini semakin meningkat.
Selain itu, kombinasi ini dapat menaikkan gula darah dan suhu tubuh, berbahaya bagi penderita diabetes.
Baca Juga: Bikin Momen Spesial Makin Berkesan! Ini Dia 5 Toko Karangan Bunga Terbaik di Batu
2. Obat tiroid
Levotiroksin, obat standar untuk hipotiroidisme, penyerapan dan efektivitasnya dapat berkurang hingga 50% jika diminum terlalu cepat setelah kopi.
Kafein mempercepat motilitas usus dan mengikat obat di lambung, sehingga waktu penyerapan berkurang.
Akibatnya, gejala hipotiroidisme seperti kelelahan dan sembelit dapat muncul kembali meskipun obat sudah diminum dengan benar.
Hal serupa berlaku untuk obat osteoporosis kelas bifosfonat seperti alendronat dan risedronat.
Baca Juga: Bolehkah Menyimpan Daging Kurban Lebih dari Tiga Hari? Ini Penjelasannya!
3. Antidepresan dan antipsikotik
Kafein dapat mengikat obat antidepresan golongan SSRI di lambung, mengurangi penyerapan dan efektivitasnya.
Antidepresan trisiklik (TCA) yang dimetabolisme oleh enzim hati CYP1A2 dapat mengalami perlambatan pemecahan akibat persaingan dengan kafein, sehingga meningkatkan efek samping seperti kecemasan dan gangguan tidur.
Obat antipsikotik clozapine juga diproses oleh enzim yang sama; konsumsi dua hingga tiga cangkir kopi dapat meningkatkan kadar clozapine dalam darah hingga 97%, meningkatkan risiko kantuk, kebingungan, dan komplikasi serius.
4. Obat pereda nyeri
Beberapa obat pereda nyeri yang mengandung aspirin atau parasetamol juga memiliki kafein tambahan.
Kopi dapat mempercepat penyerapan obat ini dengan mempercepat pengosongan lambung dan meningkatkan keasaman lambung.
Walaupun mempercepat kerja obat, hal ini juga meningkatkan risiko iritasi lambung dan perdarahan, terutama jika dikonsumsi bersamaan dengan sumber kafein lain.
Baca Juga: 5 Rekomendasi SHARP Rice Cooker Terbaik Dan Terpopuler
5. Obat jantung
Kafein dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung sementara selama 3-4 jam setelah konsumsi.
Pada pasien yang mengonsumsi obat tekanan darah atau obat pengatur irama jantung, kafein dapat menghambat efektivitas obat tersebut.
Meski demikian, pasien jantung tidak harus sepenuhnya menghindari kopi, melainkan perlu memantau gejala dan mungkin membatasi konsumsi atau beralih ke kopi tanpa kafein jika diperlukan.
Secara umum, interaksi antara kafein dan obat-obatan dapat menyebabkan penurunan efektivitas obat, peningkatan risiko efek samping, hingga komplikasi serius seperti gangguan irama jantung dan peningkatan gula darah.
Para ahli menyarankan untuk memberi jeda waktu minimal satu hingga dua jam antara konsumsi obat dan kopi guna mengurangi risiko interaksi negatif tersebut.
Dengan pemahaman ini, masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dalam mengonsumsi kopi saat sedang menjalani pengobatan agar kesehatan tetap terjaga dan terapi obat berjalan efektif.(NR)
Editor : Aditya Novrian