BATU - Festival musik Coachella 2025 kembali menjadi perhatian setelah penyelenggara, Goldenvoice, dikenakan denda sebesar 20.000 dolar AS atau sekitar Rp320 juta oleh Pemerintah Kota Indio, California.
Denda ini diberikan karena penampilan Travis Scott yang melebihi batas waktu yang telah ditentukan pada malam puncak festival.
Berdasarkan kesepakatan antara Goldenvoice dan Pemerintah Kota Indio, setiap pelanggaran jam malam pada festival Coachella akan dikenakan denda sebesar 20.000 dolar AS untuk keterlambatan hingga lima menit.
Baca Juga: Coachella, Perpaduan Musik dan Pengalaman Premium: Ini Biaya yang Perlu Kamu Ketahui
Pada Sabtu, 12 April 2025, Travis Scott tampil melewati batas waktu yang ditentukan, yaitu tiga menit setelah pukul 1 dini hari.
Penyelenggara menjelaskan bahwa keterlambatan ini disebabkan oleh penampilan sebelumnya, Green Day, yang mengalami kendala teknis terkait pertunjukan kembang api sehingga menggeser jadwal Travis Scott.
Pemerintah Kota Indio menyatakan bahwa denda yang dijatuhkan pada akhir pekan tersebut merupakan satu-satunya pelanggaran jam malam selama tiga akhir pekan festival Coachella dan Stagecoach 2025.
Baca Juga: Dengarkan Musik saat Puasa, Apakah Bisa Batalkan atau Kurangi Pahala
Goldenvoice sendiri bukan kali pertama menerima denda terkait pelanggaran jam malam.
Pada 2009, mereka membayar denda sebesar 54.000 dolar AS (sekitar Rp903 juta) setelah Paul McCartney tampil 54 menit melewati batas waktu.
Pada 2023, enam penampil seperti Bad Bunny, Frank Ocean, dan The Weeknd menyebabkan denda lebih dari 168.000 dolar AS (sekitar Rp2,8 miliar).
Baca Juga: Fitur Baru WhatsApp: Bagikan Status dengan Musik
Tahun lalu, keterlambatan Lana Del Rey juga mengakibatkan denda sebesar 17.000 dolar AS (sekitar Rp284 juta).
Meskipun sering menerima denda, Goldenvoice dikenal lebih toleran terhadap keterlambatan dibandingkan festival lain yang kerap memutus aliran listrik secara langsung jika ada penampilan melewati batas waktu.
Contohnya, pada 2021, festival BottleRock mematikan listrik saat Guns N’ Roses dan Dave Grohl melewati jam malam.
Begitu pula pada 2012, polisi London mematikan mikrofon Bruce Springsteen setelah melewati batas waktu.
Kasus denda ini menegaskan pentingnya pengelolaan jadwal yang ketat agar festival besar seperti Coachella tetap mematuhi regulasi setempat tanpa mengorbankan pengalaman pengunjung. (Tiwi)
Editor : Aditya Novrian