RADAR BATU – Di era digital seperti sekarang, konten singkat seperti Reels di Instagram atau video TikTok berdurasi 15-60 detik semakin digemari.
Sayangnya, kebiasaan menonton konten super cepat ini bisa berdampak negatif pada kemampuan kita untuk fokus dalam jangka waktu lama.
Fenomena ini sering disebut sebagai short attention span atau rentang perhatian yang pendek.
Menurut penelitian dari Microsoft (2015), rentang perhatian manusia telah turun dari 12 detik pada tahun 2000 menjadi hanya 8 detik.
Lebih pendek dari ikan mas! Meskipun penelitian ini banyak dikritik karena metodologinya, fenomena ini tetap dirasakan oleh banyak orang, terutama generasi muda.
Lantas, bagaimana cara mengatasinya? Berikut beberapa langkah sederhana namun efektif:
1. Batasi Waktu Layar
Gunakan fitur "Digital Wellbeing" di Android atau "Screen Time" di iPhone untuk memantau dan membatasi waktu penggunaan aplikasi seperti TikTok atau Instagram.
Cobalah menetapkan batas maksimal 1 jam per hari.
2. Latih Fokus dengan Teknik Pomodoro
Teknik ini melibatkan kerja fokus selama 25 menit, lalu istirahat 5 menit.
Setelah 4 sesi, ambil istirahat lebih panjang.
Ini membantu otak membiasakan diri untuk tetap fokus dalam periode waktu tertentu.
3. Konsumsi Konten yang Lebih Panjang
Biasakan menonton video berdurasi panjang seperti film atau serial serta membaca artikel atau buku secara utuh.
Hal ini melatih otak untuk tidak cepat bosan dan terbiasa dengan informasi yang lebih dalam.
4. Aktifkan Notifikasi Seperlunya
Notifikasi yang terus-menerus mengganggu alur fokus.
Matikan notifikasi yang tidak penting, terutama dari media sosial.
5. Berlatih Mindfulness atau Meditasi
Meditasi sederhana selama 5-10 menit per hari terbukti dapat meningkatkan konsentrasi dan menenangkan pikiran yang sibuk.
Aplikasi seperti Headspace atau Insight Timer bisa membantu.
Kebiasaan digital memang sulit dihindari, tapi bukan berarti kita tidak bisa mengontrolnya.
Dengan sedikit disiplin dan kesadaran, kemampuan fokus bisa kembali diasah—dan produktivitas pun meningkat. (rossa)
Editor : Aditya Novrian