BATU - Sering lupa di tengah percakapan atau kesulitan mengingat di mana terakhir meletakkan kunci?
Kondisi ini wajar terjadi sesekali.
Namun bila berulang, bisa menjadi sinyal bahwa otak membutuhkan perhatian lebih.
Sebagian orang mengandalkan kopi sebagai solusi instan untuk melawan gejala lupa.
Namun, benarkah hanya dengan minum kopi dapat mencegah pikun?
Baca Juga: Jangan Remehkan Sunscreen! Ini Bahaya Mengabaikan Tabir Surya untuk Kesehatan Kulit
Kafein dalam kopi memang memiliki manfaat lebih dari sekadar mengusir kantuk.
Dilansir dari media lain, dalam takaran tepat, konsumsi kafein sebesar 40-300 mg (setara 120-720 ml kopi) terbukti dapat meningkatkan fokus, kewaspadaan, kecepatan berpikir, dan memori.
Beberapa penelitian pada hewan bahkan menunjukkan bahwa kafein berpotensi membantu mencegah dan mengobati Alzheimer.
Meski demikian, kopi bukanlah satu-satunya kunci menjaga kesehatan otak.
Pola makan seimbang, aktivitas fisik, serta gaya hidup sehat tetap diperlukan untuk mendukung daya ingat dalam jangka panjang.
Baca Juga: Rekomendasi Pakaian yang Tepat untuk SNBT 2025: Nyaman, Rapi, dan Percaya Diri
Selain kopi, sejumlah minuman lain juga terbukti baik untuk kesehatan otak, di antaranya:
- Teh hijau: Mengandung l-theanine dan EGCG yang mendukung relaksasi dan fokus.
- Kombucha: Menjaga kesehatan usus yang berkaitan erat dengan fungsi otak.
- Jus jeruk: Kaya vitamin C yang melindungi saraf dan meningkatkan daya ingat.
- Jamu kunyit: Kurkumin merangsang produksi protein penting untuk otak.
- Cokelat panas: Flavonoid kakao membantu meningkatkan perhatian dan kecepatan berpikir.
- Air lemon: Membantu mencegah dehidrasi yang dapat mengganggu fungsi otak.
Kesimpulannya, menjaga daya ingat tidak cukup hanya mengandalkan secangkir kopi.
Diperlukan kombinasi minuman sehat dan pola hidup yang tepat untuk menjaga otak tetap prima. (rsy)
Editor : Aditya Novrian