Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

⁠Anti Gagal, Cara Mudah Merawat Tanaman Air untuk Pemula

A. Nugroho • Jumat, 18 April 2025 | 20:10 WIB

Ilustrasi Tanaman (pexels).
Ilustrasi Tanaman (pexels).

RADAR BATU - Merawat tanaman air kini menjadi tren tersendiri di kalangan pecinta tanaman hias. 

Selain praktis dan tidak memerlukan tanah, tanaman jenis ini juga mampu mempercantik ruangan dengan nuansa segar dan alami. 

Baca Juga: Menanam Sayur Sendiri di Rumah? 5 Tanaman Bisa Menjadi Pilihan

Meski terlihat mudah, perawatan tanaman air tetap memerlukan perhatian khusus agar tumbuh sehat dan awet.

Wadah bening seperti vas kaca atau botol transparan kerap menjadi pilihan karena tidak hanya fungsional tetapi juga menambah estetika ruang. 

Air adalah media utama bagi tanaman jenis ini. Hindari menggunakan air bekas cucian atau air limbah. 

Disarankan menggunakan air sumur atau air minum kemasan agar tanaman tetap segar. Air sebaiknya diganti setiap lima hingga tujuh hari, dan penyemprotan daun secara berkala juga penting untuk menjaga kebersihan dan kelembapannya.

Meski hidup di air, tanaman tetap membutuhkan cahaya matahari untuk proses fotosintesis. Tempatkan tanaman di lokasi yang mendapat sinar matahari tidak langsung. 

Intensitas cahaya sebaiknya disesuaikan dengan jenis tanaman agar tidak layu atau terbakar.

Tanaman air bisa bertahan hanya dengan air, namun tetap membutuhkan nutrisi tambahan agar pertumbuhannya maksimal.

Pupuk cair organik dalam dosis kecil dapat ditambahkan ke dalam air setiap beberapa minggu. 

Baca Juga: Percantik Rumah Sekaligus Bersihkan Udara Tanpa Air Purifier, Gunakan Tanaman Ini

Jaga kebersihan wadah agar tidak menjadi sarang bakteri atau jamur. Setiap kali mengganti air, bersihkan wadah dengan air bersih tanpa sabun. 

Ini membantu menghindari gangguan pada akar dan menjaga tampilan tanaman tetap menarik.

Jika terdapat daun atau akar yang mulai menguning, busuk, atau terlihat lemas, segera potong bagian tersebut. 

Pemangkasan rutin dapat mencegah penyebaran penyakit dan membuat tanaman terlihat rapi serta segar.

Meski tanaman hidup di air, air yang terlalu lama tidak diganti bisa menimbulkan bau tidak sedap dan mendorong pertumbuhan lumut. 

Gantilah air secara berkala, minimal satu minggu sekali, untuk menjaga kondisi tetap higienis dan sehat bagi tanaman.

Penting untuk menggunakan air bersuhu ruang saat mengganti media. Air yang terlalu panas atau dingin bisa membuat tanaman stres dan memperlambat pertumbuhan. Biarkan air mengendap beberapa jam sebelum digunakan untuk hasil lebih baik.

Baca Juga: Eksportir Tanaman Hias Kota Batu Butuh Intervensi Lebih

Agar seluruh sisi tanaman mendapat pencahayaan merata, putarlah posisi tanaman setiap beberapa hari. 

Cara ini juga membantu tanaman tumbuh simetris dan tidak condong ke satu arah akibat sinar matahari yang hanya datang dari satu sisi.

Meski jarang, tanaman air bisa diserang hama seperti kutu air atau jentik nyamuk. Jika ditemukan tanda-tanda hama, segera ganti air dan bersihkan wadah. 

Anda juga bisa menambahkan larutan alami seperti ekstrak bawang putih sebagai pengusir hama yang aman bagi tanaman.(fd)

Editor : A. Nugroho
#Pecinta Tanaman #Merawat Tanaman #merawat tanaman indoor #tanaman air