BATU – Pencurian kini mulai merambah hingga ke hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Salah seorang warga kos di Kota Batu menjadi korban pencurian pesanan makanan online yang baru saja diantar pada Sabtu (28/3) sore lalu.
Peristiwa itu terekam kamera pengawas (CCTV) dan sempat beredar di media sosial tiktok. Dari pengamatan video itu, pelaku terlihat mengintai dari sisi jalan sebelum melancarkan aksinya. Saat pengantar makanan meletakkan pesanan di gerbang kos, pelaku tak langsung mendekat bahkan belum tampak batang hidungnya.
Tak lama selepas makanan diletakkan, pelaku menghampiri lokasi sambil memastikan situasi sekitar aman. Tanpa ragu, ia mengambil pesanan tersebut kemudian segera pergi dengan langkah cepat. Pengantaran makanan terjadi sekitar pukul 15.05, dan pelaku berhasil membawa kabur makanan sekitar pukul 15.08.
Korban, Salma Audry, sangat menyayangkan kejadian pencurian itu. Meski nilai kerugian tidak besar, ia menilai tindakan semacam ini tak bisa dianggap wajar. “Bukan masalah nominalnya. Sebenarnya sudah ikhlas, tapi jangan sampai cara seperti ini dinormalisasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, jarak waktu antara notifikasi pesanan tiba dan dirinya mengambil makanan sangat singkat. “Tidak sampai tiga menit. Selepas salat langsung turun, tapi sudah keduluan,” imbuhnya.
Kasus serupa rupanya juga pernah dialami warga kos lain di Kecamatan Batu, Siti Meita menceritakan, rekan dekatnya pernah kehilangan paket dengan modus yang hampir sama. Bedanya, dalam kejadian tersebut pelaku akhirnya diketahui.
“Waktu itu pelakunya ketahuan, ternyata pekerja logistiknya,” ungkapnya. Ia menilai pencurian barang kecil seperti makanan atau paket kerap terjadi karena dianggap sepele dan minim pengawasan.
Karena itu, perempuan yang akrab disapa Mei itu mengimbau agar masyarakat lebih waspada. Terlebih pada saat menerima pesanan yang ditinggal di luar rumah atau kos. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa tindak kriminal bisa terjadi kapan saja dan tidak selalu pada barang berharga. Misalnya pada hal-hal yang tampak sederhana.
Penulis: Zanadia Manik Fatimah
Editor : A. Nugroho