BATU - Salah seorang warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu bernama Pujiono Eko Prasetyo mengaku menerima aksi premanisme di wilayah Desa Djungga, Kecamatan Bumiaji pada Kamis lalu (29/5) pukul 16.00. Aksi tersebut langsung dia laporkan ke Polsek Bumiaji pada hari itu juga.
Menurut keterangan Puji, peristiwa itu bermula saat dirinya mengendarai jeep dan melintas di Ready Area Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. Saat itu ada salah seorang yang dia kenal menghadang. Sebelum itu terduga pelaku juga melontari Puji dengan kata-kata kasar dari tepi jalan. Bahkan, menantangnya untuk berkelahi. Namun, Puji tak menggubrisnya.
Sayangnya, kondisi jalan saat itu sedang ramai. Sehingga Puji tak bisa tancap gas meninggalkan terduga pelaku. Sampai akhirnya terduga pelaku membuka paksa pintu jok depan sebelah kemudi. Disitulah Puji diarahkan untuk menuju tempat sepi. Sampailah keduanya di salah satu gang Desa Djungga.
Di sana mereka terlibat adu fisik. Puji mengaku mendapat tendangan di perut bagian atas. Itu membuatnya sedikit kesulitan bernapas. Lantas Puji dihimpit sehingga susah bergerak. “Saya meraba bawah jok untuk mencari alat pertahanan sampai mendapatkan gunting potong bunga,” cerita dia.
Namun belum sempat melawan, terduga pelaku langsung berusaha mengambil gunting tersebut. Hingga akhirnya benda tajam itu beralih ke tangan terduga pelaku. Lantas gunting itu ditusukkan ke kepala Puji. Seketika darah bercucuran di wajahnya.
Kondisi Puji semakin melemah. Dia terus berupaya melarikan diri. Namun, tampaknya terduga pelaku tak membiarkannya pergi. Setelah berhasil membuka pintu jeep miliknya, Puji terjatuh ke aspal lantaran sudah tak berdaya.
Terduga pelaku masih berusaha menghajar dengan cara memukulnya berkali-kali. Sebelum dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara TK III Hasta Brata Kota Batu, Puji sempat merekam dirinya sendiri dalam kondisi bersimbah darah.
Dalam rekaman video berdurasi 26 detik itu, darah tampak mengalir dari kepalanya. “Urusannya panjang ini. Lihatlah aku ditusuk dengan gunting ini,” ucapnya menggunakan Bahasa Jawa dalam video tersebut.
Setelah dilarikan ke rumah sakit, Puji mengaku sekaligus menjalani visum. Lantas langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bumiaji. Kapolsek Bumiaji AKP Guguk Windu Hadi membenarkan adanya laporan kejadian tersebut.
Namun, dia enggan memberikan komentar detail terkait peristiwa itu. Sebab, keterangan dari pihak pelapor dan terlapor bertolak belakang. “Kami masih mendalami kasusnya,” ujarnya. Dia juga masih belum bisa memastikan penyebab dan motif tindakan premanisme seperti yang dilaporkan.
Dia menyebut kasusnya masih dalam proses lidik. Terpisah, Kaurwasopsyan Subbagwasintern Rumah Sakit TK III Bhayangkara Hasta Brata Batu AKP Dodik Bintoro SPsi SKep mengatakan luka tusukan gunting tidak terlalu dalam. Sehingga, tidak ada penanganan yang berarti.
“Sudah boleh pulang dan rawat jalan kemarin,” tutupnya. (dre)
Editor : A. Nugroho