Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Pencuri di Bumiaji Batu Tertangkap Basah Bawa Satu Karung Jeruk

Fajar Andre Setiawan • Rabu, 22 Januari 2025 | 20:16 WIB
MASIH BERBUAH: Salah seorang petani di Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu sedang mengecek jeruk di kebun miliknya.
MASIH BERBUAH: Salah seorang petani di Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu sedang mengecek jeruk di kebun miliknya.

Pelaku Diamuk Massa dan Motornya Dibakar Warga

BUMIAJI - Beberapa minggu terakhir ini petani Jeruk di Dusun Durek, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji resah lantaran hasil kebunnya banyak dicuri.

Namun, kini mereka sedikit lega lantaran pelakunya sudah tertangkap Senin malam lalu (20/1) sekitar pukul 18.30.

Para petani di sana dan sejumlah warga tak kuasa menahan emosi.

Apalagi saat mengetahui Nono Bagus Hari Bowo, 36, warga Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, sang pelaku, mencoba berkelit.

Padahal dia sudah tertangkap basah membawa satu karung jeruk dari kebun milik Karman, 51, yang merupakan warga sekitar.

Gerak-gerik mencurigakan pelaku sudah tercium salah seorang warga.

Saat itu Nono masuk perkebunan jeruk di Dusun Durek sekitar pukul 18.00.

Hari itu sudah tampak gelap.

Ia memarkir sepeda motor Suzuki Satria Fu di tepi jalan dekat kebun.

Setelah itu ia masuk ke dalam kebun berbekal karung dan celurit.

Selang beberapa waktu ia keluar dengan sekarung jeruk di tangannya.

Saat itulah warga memergokinya.

“Sebelumnya memang warga sudah mengincar pelaku dan memberikan pengawasan lebih terhadap kebun jeruk mereka,” ungkap Plh Kasi Humas Polres Batu Aiptu Dony Miraza Ardamy.

Dari situlah akhirnya emosi warga tak terbendung.

Ditambah saat diinterogasi, pelaku mencoba terus berkelit.

 Baca Juga: Usai Salat Subuh, Lansia di Bumiaji Kota Batu Dirampok

Sontak satu pukulan dari salah seorang warga melayang.

Kemudian, diikuti pukulan-pukulan warga lainnya yang ikut murka.

Bahkan, warga juga membakar sepeda motor milik pelaku.

Dony menyampaikan kebun jeruk di Dusun Durek memang tak dilengkapi pagar pengaman.

Sehingga, memudahkan siapa pun keluar masuk ke sana.

Namun, selama ini aman-aman saja sebelum ada pencurian tersebut.

Beruntung, di area tersebut dilengkapi dengan CCTV.

Kepala Desa Giripurno Suntoro mengaku sudah beberapa kali mengecek rekaman CCTV di area tersebut.

Memang ada orang dari luar dusun tersebut yang dicurigai.

Jumlahnya lebih dari satu orang.

Mereka tak hanya beraksi pada jam-jam petang saja.

Melainkan juga sempat beraksi saat menjelang subuh.

Selama ini setidaknya sudah ada tiga kejadian yang terekam CCTV.

“Setiap karung yang dicuri mungkin kerugiannya sekitar Rp 200 ribu,” ungkapnya.

Kerugiannya mungkin tak seberapa.

Namun, itu tentu sangat berarti bagi petani.

Suntoro mengaku akan lebih berhati-hati terhadap potensi pencurian serupa.

“Saya berharap ini bisa menjadi pelajaran bagi pelaku agar tidak melakukan pencurian lagi,” pungkasnya. (iza/dre)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#dicuri #Bumiaji #kota batu #petani jeruk #jeruk #pencuri #tertangkap