BATU, RADAR BATU - Proyek preservasi Simpang Patih (Simpang Orchid) senilai Rp 10 miliar akhirnya memasuki tahap konstruksi. Pengerjaan proyek strategis daerah (PSD) yang ditarget rampung dalam 150 hari kalender itu mulai menyentuh pekerjaan struktur bawah kemarin (17/7). Pemkot Batu pun memperketat pengawasan agar proyek tidak molor.
Pekerjaan di lapangan kini difokuskan pada pematangan tanah dasar. Setelah area proyek steril dari lapak pedagang, alat berat mulai melakukan pengerukan. Fondasi juga disiapkan sebelum memasuki tahap pengecoran beton rigid yang menjadi konstruksi utama jalan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu Esty Dwiastuti mengatakan progres pekerjaan masih sesuai dengan jadwal yang tertuang dalam Kurva S. Meski demikian, pengawasan diperketat sejak awal. Sebab, tahapan konstruksi berikutnya membutuhkan tingkat presisi tinggi.
SBaca Juga: Warga Tetap Bisa Lewat, Bus dan Truk Wajib Putar Jauh Selama Proyek Simpang Patih
“Evaluasi terakhir menunjukkan progres masih sesuai rencana. Kurva S menjadi acuan untuk memastikan pekerjaan tetap berjalan sesuai target,” ujarnya. Pengawasan tidak hanya menyasar progres fisik. Namun juga administrasi proyek, laporan harian dan mingguan, hingga kesesuaian volume material yang digunakan.
Menurut Esty, sejumlah potensi kendala sudah dipetakan sejak awal. Mulai jaringan utilitas bawah tanah seperti kabel dan pipa, keterbatasan ruang kerja di tengah kawasan perkotaan, hingga cuaca yang dapat memengaruhi proses pengecoran. “Semua kendala langsung kami koordinasikan bersama pelaksana agar tidak mengganggu target penyelesaian,” katanya.
Baca Juga: Simpang Patih Batu Ditutup 3 Bulan, Ini Jalur Alternatif untuk Mobil, Bus, dan Truk
Selain mengejar progres, pihaknya memastikan kualitas pekerjaan menjadi perhatian utama. Pemeriksaan dilakukan terhadap mutu material, dimensi beton, penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), hingga kebersihan area proyek agar dampaknya terhadap masyarakat dapat ditekan. (ori/dre)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang