Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Bedah Rumah 100 RTLH Ditarget Rampung Oktober Pemkot Diminta Mengawasi secara Intensif agar Proyek Selesai Tepat Waktu

Rori Dinanda Bestari • Senin, 13 Juli 2026 | 10:37 WIB
Illustrasi Bedah Rumah
Illustrasi Bedah Rumah (Google)

BATU, RADAR BATU - Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang menyasar 100 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kota Batu ditargetkan rampung pada Oktober mendatang.

Untuk memastikan target tersebut tercapai, pemerintah pusat meminta Pemkot Batu melakukan pendampingan dan pengawasan secara intensif selama proses rehabilitasi berlangsung.

Grafis Realisasi Program BSPS di Kota Batu
Grafis Realisasi Program BSPS di Kota Batu

Sebanyak 100 unit rumah yang menjadi sasaran program tersebar di sejumlah wilayah. Di antaranya Desa Sumberbrantas sebanyak 37 unit, Kelurahan Temas 31 unit, Desa Oro-Oro Ombo 10 unit, serta Desa Pesanggrahan dua unit. Sisanya berada di beberapa desa dan kelurahan lain di Kota Batu.

Ketua Satgas Perumahan RI Hashim Djojohadikusumo mengatakan percepatan penyelesaian program menjadi perhatian pemerintah. Sebab, berkaitan langsung dengan kenyamanan penerima manfaat. “Semakin cepat rehabilitasi selesai, semakin cepat pula warga dapat kembali menempati rumahnya dan menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Hashim menjelaskan, pelaksanaan BSPS tahun ini merupakan hasil evaluasi dari program tahun sebelumnya. Pada 2025, pekerjaan baru dapat dimulai sekitar Agustus hingga September. Pasalnya, proses administrasi, pembentukan tim pendamping, dan koordinasi lintas instansi memerlukan waktu cukup panjang.

Tahun ini, koordinasi yang lebih baik antara pemerintah pusat dan daerah membuat tahapan pelaksanaan dapat dimulai lebih awal. Konsekuensinya, target penyelesaian juga dimajukan. Meski demikian, ia mengingatkan masih ada tantangan yang perlu diantisipasi. Salah satunya adalah faktor cuaca.

“Kondisi hujan yang cukup tinggi di wilayah Kota Batu berpotensi memengaruhi progres pembangunan apabila tidak diantisipasi sejak awal,” jelasnya. Selain menargetkan penyelesaian fisik bangunan, pemerintah juga menyiapkan intervensi lanjutan berupa program sertifikasi tanah gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Menurut Hashim, legalitas kepemilikan aset menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat setelah rumah mereka menjadi lebih layak
huni. “Kami berharap setiap tahun semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang memperoleh sertifikat tanah secara gratis sehingga kepastian hukum atas aset mereka juga terjamin,” tambahnya.

Baca Juga: Ingin Dapat Bantuan Bedah Rumah? Ini Syarat Penerima BSPS 2026 di Kota Batu

Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Batu Prasetyo Bagus Wicaksono mengatakan jadwal penyelesaian seluruh rumah telah disepakati bersama pemerintah pusat. Karena itu, pihaknya akan mengawal pelaksanaan di lapangan agar tidak mengalami keterlambatan.

“Kami menargetkan seluruh proses pembangunan dan renovasi selesai pada Oktober,” ujarnya. Prasetyo menjelaskan program BSPS tidak menggunakan jasa kontraktor. Artinya, proyek tersebut berbeda dengan hajat konstruksi pada umumnya. Pembangunan dilakukan melalui pola swadaya masyarakat dengan mengedepankan gotong royong warga setempat.

Sistem tersebut diharapkan mampu memperkuat rasa memiliki sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam meningkatkan ualitas lingkungan tempat tinggalnya. Meski berbasis swadaya, Disperkim tetap menyiapkan tim teknis untuk melakukan pendampingan sejak awal hingga pembangunan selesai.

Baca Juga: Menteri PKP Tinjau Penerima BSPS di Temas, Kota Batu

Pengawasan dilakukan terhadap kualitas pekerjaan, kesesuaian spesifikasi material, hingga pemanfaatan anggaran agar seluruh bantuan benar-benar tepat sasaran. “Kami akan melakukan pemantauan secara berkala agar kualitas bangunan tetap terjaga dan pekerjaan selesai sesuai jadwal,” katanya.

Target penyelesaian tepat waktu juga menjadi harapan para penerima bantuan. Salah satunya Suharminingsih, warga Kelurahan Temas yang untuk sementara harus menyewa kamar kos selama rumahnya direnovasi. “Sementara saya tinggal di kos depan rumah dengan biaya sendiri,” ungkapnya.

Meski harus mengeluarkan biaya tambahan, ia mengaku senang karena rumahnya akan menjadi layak huni. Tata letak ruangan dan akses pintu juga akan diperbaiki. Ia berharap rumahnya lebih nyaman ditempati. Karena itu, ia meminta agar proses pembangunan selesai sesuai target. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#Disperkim #BSPS #mbr #rtlh