BATU, RADAR BATU - Serangan virus gemini kembali menghantui petani hortikultura di Kota Batu. Penyakit yang ditularkan kutu kebul tersebut menyebabkan produksi tomat dan cabai merosot tajam hingga lebih dari 50 persen.
Salah satu petani yang merasakan dampaknya adalah Setia Wahyudi, warga Desa Sumberejo, Kecamatan Batu. Dari 2.000 batang tomat yang ditanamnya, sekitar 100 batang telah terinfeksi virus gemini.
Akibat serangan tersebut, produktivitas tanaman turun drastis. Jika dalam kondisi normal satu batang mampu menghasilkan 2 hingga 3 kilogram tomat, tanaman yang terserang virus hanya mampu menghasilkan sekitar 1 sampai 1,5 kilogram dengan ukuran buah lebih kecil.
BACA JUGA: Apa Itu Portofolio? Ini Fungsi dan Jurusan yang Membutuhkannya
“Normalnya satu batang bisa menghasilkan 2 sampai 3 kilogram. Kalau terkena virus gemini, produksinya turun hampir separuh dan buahnya menjadi kerdil,” ujar Yudi.
Padahal, modal yang dikeluarkan petani untuk satu batang tomat mencapai sekitar Rp 1.500. Kondisi ini membuat petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk pengendalian hama sekaligus menanggung potensi kerugian akibat penurunan hasil panen.
Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Ahli Muda Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu Retno Indahwati menjelaskan bahwa virus gemini merupakan penyakit tanaman yang menyerang sistem klorofil daun.
BACA JUGA: Apa Itu Portofolio? Ini Fungsi dan Jurusan yang Membutuhkannya
Gejalanya ditandai daun menguning, mengeriting, serta terganggunya proses fotosintesis tanaman. Akibatnya, pertumbuhan tanaman menjadi tidak optimal dan produktivitas panen menurun.
Menurut Retno, penyebaran virus gemini sangat cepat terutama saat masa peralihan musim hujan menuju kemarau. Kutu kebul berperan sebagai vektor utama yang membawa virus dari gulma liar menuju tanaman budidaya.
“Infeksi biasanya berasal dari gulma wedusan yang menjadi inang virus. Kutu kebul kemudian memindahkan virus ke tanaman tomat maupun cabai,” jelasnya.
BACA JUGA: Menunggu Roller Coaster Baru di Jatim Park 1? Coba Dulu Tiga Wahana Paling Menantang Ini
Retno menilai banyak petani terlambat melakukan penanganan. Sebagian besar baru mengambil tindakan saat serangan sudah meluas di lahan.
Karena itu, petani diminta segera mencabut dan memusnahkan tanaman yang menunjukkan gejala awal seperti daun menguning dan keriting.
Selain itu, penggunaan benih tahan virus, sanitasi lahan, serta pengendalian kutu kebul sejak awal masa tanam menjadi langkah penting untuk menekan penyebaran penyakit tersebut. (Ramyzard Rafsanjani/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan