Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Pengerukan Sungai Krecek Kecamatan Bumiaji, Kota Batu Mandek

Rori Dinanda Bestari • Minggu, 17 Mei 2026 | 17:00 WIB
BAKAL DINORMALISASI: Wali Kota Batu Nurochman meninjau Sungai Krecek usai banjir luapan beberapa waktu lalu.
BAKAL DINORMALISASI: Wali Kota Batu Nurochman meninjau Sungai Krecek usai banjir luapan beberapa waktu lalu.

 

BUMIAJI, RADAR BATU - Warga Kecamatan Bumiaji masih harus menelan pil pahit lantaran proyek normalisasi Sungai Krecek hingga pertengahan Mei ini tak kunjung dieksekusi. Mitigasi vital pencegah banjir bah ini terpaksa mandek karena pemerintah masih menanti kucuran dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2026.

Tragedi luapan air 30 Maret lalu meninggalkan residu mematikan. Volume sedimentasi lumpur dan sampah yang mencekik aliran sungai diperkirakan mencapai 97.107 meter kubik per tahun. Pendangkalan ini memangkas drastis daya tampung air. Tanpa pengerukan segera, risiko luapan fatal saat hujan lebat kembali mengintai permukiman warga.

BACA JUGA: Dikritik Warganet, Megaproyek Rp 70 Miliar Gedung DPRD Kota Batu Batal Dibangun

Menghadapi bom waktu tersebut, eksekutif justru tersandera prosedur administrasi. Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Batu Wendy Prianta berdalih proyek normalisasi terganjal pos ketersediaan dana murni.

“Kami usulkan ke anggaran perubahan. Untuk tahun ini, fokus utamanya sebatas pengerukan terlebih dahulu,” dalih Wendy. Jika sirkulasi persetujuan anggaran berjalan mulus, alat berat baru akan turun menggerus dasar sungai pada triwulan terakhir tahun ini. Estimasi pengerjaan baru bergulir pada rentang Oktober hingga Desember mendatang.

Ironisnya, normalisasi hilir ini bak obat pereda nyeri sesaat. Akar masalah sesungguhnya berada di kawasan hulu yang makin kritis. Laju erosi terus mengirimkan ribuan kubik material tanah. “Kami sudah memetakan kebutuhan bangunan sipil teknis seperti cekdam. Ini vital untuk menahan laju sedimen agar tidak langsung meluncur ke hilir,” papar Wendy. (ori/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#Bumiaji #pengerukan sungai