BATU, RADAR BATU - Warga Kota Batu harus menoleransi kembali kondisi halte yang tidak nyaman lantaran kondisinya rusak. Pasalnya, proyek peremajaan lima halte dipastikan molor. Rencana awal perbaikan yang ditargetkan berjalan usai Lebaran lalu, kini terpaksa mundur hingga September akibat proses penggeseran anggaran.
Meski meleset dari jadwal, proyek pemeliharaan infrastruktur ini dipastikan tidak menguap. Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Batu Hari Juni Susanto menggaransi perbaikan lima halte tersebut tetap masuk dalam skema prioritas tahun ini. “Tetap dilaksanakan tahun ini, hanya tinggal menunggu penyelesaian pergeseran anggaran saja,” tegasnya.
BACA JUGA: Fenomena Siswa Menggunakan Second Account untuk Menghindari Tekanan Sosial di Media Sosial
Keterlambatan ini diakali pemerintah dengan strategi pemampatan jadwal. Waktu pengerjaan yang semula diestimasi memakan tiga bulan kalender, kini dipangkas drastis. Tim teknis Dishub menargetkan seluruh proses renovasi rampung hanya dalam 45 hari untuk masing-masing titik halte.
Hari beralasan, pemangkasan durasi ini sangat logis. Sebab, status proyek tersebut murni pemeliharaan, bukan pembangunan kerangka konstruksi dari nol. Padahal, fakta dari hasil uji petik di lapangan menunjukkan ironi. Tingkat kerusakan kelima fasilitas tersebut rata-rata telah menyentuh angka 80 persen.
BACA JUGA: Daftar Sekolah SMA atau Sederajat Favorit di Malang 2026, Ini yang Paling Banyak Diminati
Kondisinya tidak lagi representatif. Pemandangan cat mengelupas, kerangka besi yang keropos dimakan usia, hingga atap bocor menjadi santapan harian calon penumpang angkot. Nantinya, intervensi perbaikan akan difokuskan pada penambalan struktur atap, pengecatan ulang secara menyeluruh, dan pengadaan tempat duduk yang lebih layak. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan