Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Asuransikan 1.206 Pekerja, Pemdes Tulungrejo Raih Paritrana Award, Putar Anggaran Desa untuk Lindungi Kelompok Desil 1-4

Fajar Andre Setiawan • Senin, 11 Mei 2026 | 15:42 WIB
BERPRESTASI: Kades Tulungrejo Suliono (kanan) saat menerima piagam Paritrana Award dari Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (kiri) di Jakarta pada Jumat 8 April lalu. FOTO PEMDES TULUNGREJO FOR RADAR BATU
BERPRESTASI: Kades Tulungrejo Suliono (kanan) saat menerima piagam Paritrana Award dari Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (kiri) di Jakarta pada Jumat 8 April lalu. FOTO PEMDES TULUNGREJO FOR RADAR BATU

 

BATU, RADAR BATU - Ketergantungan pada kucuran dana pemerintah pusat perlahan dilepas melalui inovasi fiskal oleh Pemerintah Desa Tulungrejo. Di tengah rentannya kondisi ekonomi pekerja informal, kemandirian memutar roda pariwisata sukses mengantarkan Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji menyabet juara pertama Paritrana Award 2025/2026.

Trofi bergengsi ini diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar di Plaza BP Jamsostek, Jakarta pada Jumat lalu (8/5). Predikat juara nasional ini tak diraih secara instan. Sejak 2023, Pemdes Tulungrejo secara berani merombak postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Mereka mengalokasikan dana hingga Rp 230 juta guna melunasi iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 1.206 pekerja. Intervensi ini tidak hanya menyasar perangkat desa, tetapi menjangkau pekerja rentan seperti buruh tani, tukang ojek, hingga kader posyandu.

Langkah nekat mensubsidi iuran secara penuh ini menjadikan Desa Tulungrejo sebagai pionir pelindungan kelas bawah di Indonesia. “Program ini sudah berjalan tiga tahun. Kami memprioritaskan warga miskin yang masuk kategori Desil 1 sampai 4,” ungkap Kepala Desa Tulungrejo, Suliono.

Pria yang dikenal sebagai Ki Klungsu itu memaparkan, besaran premi bervariasi antara Rp 13 ribu hingga Rp 17 ribu per jiwa. Bukannya menyusut, tahun ini kuota penerima manfaat justru diperluas. Desa menambahkan 600 pekerja baru ke dalam daftar tanggungan. Ekspansi jaminan sosial ini terbilang ironis sekaligus berani, mengingat alokasi Dana Desa (DD) dari pusat justru sedang terpotong.

Salah satu tokoh budayawan Kota Batu itu menyebut kuncinya ada pada kemandirian Pendapatan Asli Desa (PADes). Suliono menyulap potensi alam menjadi mesin pencetak uang. Pengelolaan tanah kas desa melalui pariwisata seperti wisata petik stroberi dan Jeep Adventure mendulang laba besar.

“Potensi wisata di sini paling efektif mendongkrak pendapatan. Inilah yang membuat kas kami tetap sanggup membayarkan premi BPJS para pekerja," papar pria yang dilantik pada 2022 tersebut. Kemandirian APBDes itu menjadi instrumen krusial.

Di tengah ancaman kemiskinan ekstrem yang masih mengintai sebagian warganya, Suliono tak mau hanya menengadahkan tangan pada negara. Ketika subsidi dari atas menyusut tajam, Desa Tulungrejo membuktikan optimalisasi sumber daya lokal bisa menjadi benteng terakhir pertahanan sosial masyarakat. 

Editor : Fajar Andre Setiawan
#paritrana award #dana desa #Tulungrejo