Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Menakar 6 Kandidat Sekda Batu: Dari Teknokrat, Pengawas hingga Ahli Politik Birokrasi

Rori Dinanda Bestari • Kamis, 7 Mei 2026 | 15:30 WIB
PENJABAT SEMENTARA: Pj Sekda Kota Batu Eko Suhartono menjawab pertanyaan dari awak media beberapa waktu lalu. RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU
PENJABAT SEMENTARA: Pj Sekda Kota Batu Eko Suhartono menjawab pertanyaan dari awak media beberapa waktu lalu. RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU

 

BATU, RADAR BATU - Perebutan kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu menghadirkan enam kandidat dengan latar belakang dan kekuatan berbeda. Masing-masing membawa keunggulan spesifik yang akan diuji dalam proses seleksi.

Pakar Kebijakan Publik Universitas Brawijaya, Andhyka Muttaqin, menyebut ada tiga pilar utama dalam menentukan sosok Sekda. Yakni kepercayaan kepala daerah, kemampuan manajerial, dan penerimaan politik.

Dari enam kandidat, Bangun Yulianto dikenal sebagai teknokrat murni dengan kekuatan pada perencanaan kebijakan makro. Namun, tantangannya adalah kemampuan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

BACA JUGA: Dari Hotel ke Alam, Taman Pinus Campervan Park Tawarkan Cara Baru Menikmati Batu

Arief AS Siddiq tampil sebagai eksekutor lapangan yang tangguh. Pengalamannya di sektor permukiman membuatnya terbiasa menghadapi tekanan publik, meski kapasitas makro masih menjadi pertanyaan.

Endro Wahjudi membawa kekuatan di bidang pengawasan dan akuntabilitas. Pengalamannya di Inspektorat menjadikannya ideal untuk reformasi birokrasi, namun gaya kerja yang kaku berpotensi memicu resistensi.

Sementara itu, Akhmad Dahlan unggul dalam aspek politik birokrasi. Pengalamannya di Kesbangpol membuatnya piawai menjaga stabilitas elit, meski dinilai perlu penguatan di sisi teknis operasional.

BACA JUGA: Kurangnya Manajemen Waktu Ditemui pada Siswa, Ini Dampaknya pada Prestasi

Di atas semua itu, dua nama yakni Alfi Nurhidayat dan Mohammad Nur Adhim tetap menjadi sorotan utama karena dinilai memiliki kombinasi kapasitas paling lengkap.

Namun, Andhyka mengingatkan bahwa variabel non-teknis kerap menjadi penentu akhir.

“Kedekatan personal, rekam jejak pengawalan program strategis, hingga jaringan kekuasaan bisa mengubah hasil akhir,” jelasnya.

Dengan komposisi kandidat yang beragam, proses seleksi Sekda Kota Batu dipastikan tidak hanya menjadi ajang adu kapasitas, tetapi juga pertarungan strategi dan legitimasi politik birokrasi. (ori/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#sekda definitif #sekda #kota batu