Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Harga Kambing di Kota Batu Masih Rendah Jelang Iduladha

Zanadia Manik Fatimah • Minggu, 3 Mei 2026 | 06:53 WIB
HARGA RENDAH: Salah seorang pemilik kambing jenis etawa tampak membersihkan badan kambing miliknya saat hendak mengikuti kontes kambing di Kota Batu beberapa waktu lalu.
HARGA RENDAH: Salah seorang pemilik kambing jenis etawa tampak membersihkan badan kambing miliknya saat hendak mengikuti kontes kambing di Kota Batu beberapa waktu lalu.

BATU, RADAR BATU - Anomali pasar membayangi persiapan hari raya kurban akibat merosotnya daya beli masyarakat secara makro. Kurang dari satu bulan menjelang Iduladha, harga kambing dan domba di Kota Batu justru terpantau lesu hingga 30 April lalu. Para peternak gigit jari lantaran harga jual di tingkat kandang melorot tajam di bawah kisaran normal.

Harga kambing jawa dan domba lokal kelas jumbo berada di angka Rp2,5 juta hingga Rp3 juta per ekor di tingkat peternak. Padahal musim kurban sebelumnya, hewan dengan spesifikasi serupa di kisaran Rp3,5 juta hingga Rp4 juta per ekor. Di tingkat pedagang pasar, harga jual hanya sedikit terkerek pada rentang Rp3 juta hingga Rp3,5 juta per ekor.

Baca Juga: Harga Kambing Lokal di Kota Batu Terjun Bebas

Heriyanto, peternak asal Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji menyebut kelesuan ini adalah ekses dari tren negatif yang sudah terasa sejak semester kedua tahun lalu. Pemulihan harga urung terjadi hingga memasuki kuartal kedua tahun ini. “Penurunan ini murni karena daya beli merosot tajam dan populasi ternak sedang melimpah,” ungkap Heriyanto.

Pelemahan daya serap pasar ini tidak pandang bulu. Harga ras unggulan turut terseret arus. Domba Dorper seri F, yang sebelumnya stabil dibanderol Rp4 juta per ekor dari kandang, kini harganya anjlok menjadi sekitar Rp3 juta. Penurunan permintaan menjadi faktor absolut.

Menghadapi situasi lesu darah ini, para peternak memilih strategi bertahan.

Baca Juga: 86 Domba dan Kambing Se-Jawa Timur Unjuk Pesona Kontes Piala Wali Kota Batu 2025

Supriadi, peternak asal Kelurahan Temas, Kecamatan Batu memutuskan untuk menahan penjualan ternak. Ia bersama sejumlah rekannya berspekulasi menunggu momentum last minute. “Kami menahan stok. Kemungkinan tren penjualan dan harga baru akan terkerek saat mendekati hari raya. Kalau dilepas sekarang harganya sangat murah,” keluh Supriadi.

Di sisi lain, rantai tata niaga yang panjang masih menjadi titik lemah. Mayoritas peternak di Kota Batu sangat bergantung pada blantik atau tengkulak untuk menyerap hasil ternak mereka. Distribusi mandiri lintas daerah belum menjadi pilihan strategis. Kini, peternak hanya bisa memutar otak menjaga biaya pakan. (dia/dre)

Editor : A. Nugroho
#Hari Raya Kurban #Harga Rendah #kota batu #kambing