BATU, RADAR BATU - Pemerintah Kota Batu memasang target ambisius dalam pengelolaan lingkungan. Status Zero Waste City atau 100 persen sampah terolah ditargetkan tercapai pada 2028, satu tahun lebih cepat dari target nasional.
Untuk mewujudkan hal tersebut, pemkot menyiapkan anggaran besar hingga Rp100 miliar melalui skema pendanaan Local Service Development Project (LSDP) yang didukung Bank Dunia.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Dian Fachroni Kurniawan, menyebut langkah ini ditopang oleh tuntasnya Rencana Induk Pengelolaan Sampah (RIPS) sebagai peta jalan baru tata kelola sampah.
“Anggaran senilai Rp100 miliar telah disiapkan untuk mendukung percepatan program,” ujarnya.
Dana tersebut akan digunakan untuk membangun 10 unit TPS3R komunal secara bertahap hingga 2029, sekaligus memperkuat pengelolaan sampah dari hulu.
Selain itu, Pemkot Batu juga telah memisahkan peran regulator dan operator melalui pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengolahan Sampah guna meningkatkan efektivitas pengelolaan.
Baca Juga: TPS3R Mulai Kewalahan, Pemerintah Kota Batu Dorong SPPG Olah Sampah Mandiri
Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menegaskan bahwa modernisasi pengelolaan sampah menjadi syarat utama keberlanjutan kota wisata.
“Pengelolaan sampah wajib dimulai dari rumah tangga dan terintegrasi dengan standar global,” tegasnya.
Dengan dukungan pendanaan dan kebijakan terintegrasi, Pemkot Batu optimistis target Zero Waste 2028 dapat tercapai. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho