BATU, RADAR BATU - Tren penurunan volume sampah di Kota Batu berbalik arah. Per April 2026, timbulan sampah meningkat menjadi 125 ton per hari atau bertambah sekitar 2 ton dibanding periode sebelumnya.
Kenaikan ini berkaitan dengan mulai beroperasinya Satuan Pelayanan Pangan Bergizi (SPPG). Aktivitas dapur dalam program tersebut memunculkan sumber baru sampah, terutama dari sisa konsumsi dan proses pengolahan makanan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Dian Fachroni Kurniawan, menyebut kontribusi SPPG cukup signifikan.
Baca Juga: SPPG Tambah Beban Sampah hingga 2 Ton Per Hari DLH Soroti Dampak terhadap TPS3R dan TPA
“SPPG menyumbang sekitar 1 sampai 2 ton sampah per hari,” ujarnya.
Dalam skala operasional, satu unit SPPG yang melayani sekitar 2.000 porsi dapat menghasilkan 400 kilogram sampah organik. Jika terdapat 10 unit aktif, tambahan beban bahkan bisa mencapai 4 ton per hari.
Sampah tersebut tersebar di berbagai Tempat Pengolahan Sampah Keliling (TPSK) di desa dan kelurahan. Dampaknya, beban pengelolaan yang sebelumnya relatif stabil kini kembali meningkat.
Baca Juga: Sampah Pasar Induk Among Tani Kota Batu Bakal Jadi Biogas
DLH mencatat produksi sampah per kapita di Kota Batu mencapai 0,5 kilogram per hari, dengan sekitar separuhnya berupa sampah organik.
Hasil survei menunjukkan, limbah dari SPPG bersifat tambahan. Tidak ada pengurangan signifikan dari sampah rumah tangga karena mayoritas warga tetap memasak seperti biasa.
Kondisi ini menandai munculnya titik timbulan baru yang menambah tekanan pada sistem pengelolaan sampah kota. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho