BATU, RADAR BATU - Ketiadaan rumah aman bagi korban kekerasan di Kota Batu mulai direspons. Pemkot Batu digadang-gadang telah menyiapkan aset bangunan untuk dialihfungsikan menjadi shelter perempuan dan anak. Langkah ini menjadi upaya menutup kekosongan layanan perlindungan bagi kelompok rentan.
Selama ini, korban kekerasan belum memiliki fasilitas penanganan terpadu di dalam kota. Wali Kota Batu Nurochman mengatakan secara administratif rencana sudah disiapkan. Tahap berikutnya adalah perencanaan teknis dan penganggaran. “Meski dalam kondisi efisiensi, penyediaan shelter tetap harus diprioritaskan,” ujarnya.
BACA JUGA: Ini Dia Waktu Terbaik Menuju Chatten Cafe Untuk Menikmati Golden Hour
Kebutuhan fasilitas ini dinilai mendesak. Pertumbuhan sektor pariwisata di Kota Batu dinilai membawa konsekuensi sosial yang perlu diantisipasi. Risiko kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi salah satu perhatian. Ancaman yang muncul beragam, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga hingga kekerasan seksual.
Untuk memperkuat kebijakan, pemerintah juga menyiapkan regulasi. Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perlindungan Perempuan dan Anak sedang dibahas bersama legislatif. Aturan tersebut akan menjadi payung hukum utama bagi program perlindungan, termasuk penyediaan shelter.
BACA JUGA: Jauh dari Keramaian, Ini Kafe di Kota Batu yang Cocok untuk Me Time
“Perda penting agar semua program memiliki dasar hukum yang jelas,” kata Nurochman. Selain infrastruktur, kesiapan sumber daya manusia menjadi fokus. Pemerintah berencana melibatkan tenaga profesional, termasuk psikolog, untuk pendampingan korban. Pendekatan tidak hanya kuratif, tetapi juga preventif.
Edukasi di tingkat keluarga akan diperkuat untuk menekan potensi kekerasan sejak dini. Salah satu program yang akan diaktifkan kembali adalah Parenting for Parents. Program ini menekankan penguatan pola asuh bagi orang tua. “Program ini akan kami percepat implementasinya,” ujarnya.
BACA JUGA: Sleep Revenge Bedtime, Kenapa Banyak Orang Begadang Padahal Mereka Lelah?
Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap perlindungan perempuan dan anak tidak berhenti pada wacana. Keberadaan shelter diharapkan menjadi sistem perlindungan nyata.
Sinergi lintas pihak dinilai menjadi kunci. Upaya ini diarahkan agar Kota Batu benar-benar aman bagi perempuan dan anak. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan