BATU, RADAR BATU - Keterlibatan personel TNI dalam proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kota Batu dipastikan terbatas pada fungsi pengawasan, khususnya di Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo. Pembangunan KDMP di sejumlah wilayah masih berlangsung. Sebagian bangunan telah berdiri, sementara lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
Babinsa Posramil 0818-02/Junrejo Vatkur Rozi menegaskan perannya hanya sebatas memantau progres di lapangan. Ia membantah terlibat dalam aspek teknis maupun pengambilan keputusan. “Kami hanya melakukan pengawasan dan melaporkan progres. Tidak masuk ke teknis pekerjaan,” ujarnya.
Baca Juga: Pemdes Diminta Adaptif Hadapi Perombakan Dana Desa
Menurut dia pemantauan dilakukan setiap hari dengan mencatat capaian pekerjaan. Item yang telah selesai, seperti pemasangan atap dan dinding, dihitung dalam bentuk persentase.
“Data itu kami laporkan ke komando atas sebagai bahan evaluasi,” katanya.
Rozi menegaskan pihaknya tidak memiliki kewenangan memberi instruksi kepada pekerja. Seluruh pekerjaan teknis menjadi tanggung jawab konsultan pengawas dan pelaksana proyek. “Kami tidak bisa mengarahkan tukang. Itu ranah konsultan,” tegasnya.
Baca Juga: Bukan Cuma Modal, KDMP Batu Terkendala SDM, Pendampingan, hingga Minim Peminat
Terkait penentuan lokasi pembangunan, ia menyebut peran Babinsa hanya sebatas penyampai informasi program dari pemerintah pusat kepada desa. “Keputusan lahan sepenuhnya di tangan pemerintah desa. Kami tidak bisa memaksa,” ujarnya.
Ia menambahkan pembangunan KDMP di Junrejo menunjukkan progres yang cukup signifikan. Hingga kini, pembangunan fisik telah mencapai 70,39 persen.
Baca Juga: Dapat Suntikan Rp580 Juta, KDMP di Batu Masih Kelimpungan Cari Pasar
Jika tidak ada kendala, pembangunan ditargetkan rampung dalam bulan ini. Keberadaan KDMP diharapkan dapat segera beroperasi dan mendukung penguatan ekonomi desa.
Editor : Fajar Andre Setiawan