BATU, RADAR BATU - Pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kota Batu tidak hanya soal modal. Sejumlah tantangan mendasar masih dihadapi, mulai dari sumber daya manusia (SDM), pendampingan, hingga rendahnya minat masyarakat pada beberapa layanan.
Di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, koperasi masih meraba model usaha yang tepat. Ketua KDMP Dadaprejo, Rio Sarwo Wibisono, mengatakan pihaknya mulai memfokuskan pengembangan pada budidaya ikan air tawar tematik dengan kapasitas sekitar 70 ribu ekor.
Baca Juga: Menikmati Suasana Korea di Kota Batu, The Legend Star JTP 3 Jadi Daya Tarik Wisatawan
“Rencananya mulai direalisasikan bulan depan,” ujarnya. Selain itu, koperasi juga membidik peran sebagai titik distribusi pupuk subsidi untuk mempermudah petani mengakses kebutuhan produksi.
Namun, tidak semua unit usaha berjalan optimal. Layanan keuangan seperti BRILink masih sepi peminat. Kondisi wilayah perkotaan membuat masyarakat memiliki banyak alternatif layanan perbankan.
Baca Juga: 3 Rekomendasi Mie Ayam di Batu yang Bikin Nagih, Wajib Dicoba
“Tingkat penggunaan masih rendah karena masyarakat punya banyak pilihan layanan bank,” jelas Rio. Tantangan lain muncul pada aspek kelembagaan. Pendampingan dinilai belum maksimal, sementara upaya merekrut anggota baru masih membutuhkan proses panjang.
“Sosialisasi masih perlu diperkuat agar masyarakat memahami manfaat koperasi,” tambahnya. Untuk menjawab tantangan tersebut, sejumlah KDMP mulai menyusun model usaha berbasis potensi lokal. Anggota dikelompokkan sesuai sektor mata pencaharian, lalu didukung dari hulu hingga hilir.
Baca Juga: Sah! Presiden Prabowo Resmi Reshuffle Kabinet, Ini Daftar Lengkap Nama- Nama Pejabat yang Dilantik
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi desa. Namun, keberhasilan tetap ditentukan oleh kemampuan meningkatkan kapasitas SDM, memperkuat pendampingan, serta membangun kepercayaan masyarakat.
Dengan berbagai dinamika tersebut, KDMP di Kota Batu dinilai memiliki prospek, tetapi masih membutuhkan penguatan serius agar bisa berkembang optimal.
Editor : Fajar Andre Setiawan