BATU, RADAR BATU - Dukungan permodalan untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kota Batu mulai mengalir dari berbagai level pemerintah. Namun di balik suntikan dana tersebut, kesiapan operasional koperasi masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, bantuan dari pemerintah pusat mencapai sekitar Rp580 juta. Dana tersebut dialokasikan dalam bentuk sarana produksi, terutama untuk pengembangan sektor perikanan.
Baca Juga: Kerap Gagal Panen, Harga Andewi di Kota Batu Masih Tembus Rp 20 Ribu Per Kilogram
Ketua KDMP Bulukerto, Dicky Setiawan, mengakui bantuan tersebut sangat membantu percepatan usaha. “Ini sangat membantu, terutama untuk pengembangan budidaya,” ujarnya.
Tak hanya itu, dukungan juga datang dari pemerintah provinsi berupa dua unit gerai kopi berbasis sepeda listrik. Fasilitas ini diharapkan membuka peluang usaha baru sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.
Meski modal mulai tersedia, tantangan utama justru muncul pada sisi hilir. Produk yang dihasilkan belum sepenuhnya terserap pasar. “Kami masih harus membangun jaringan pasar. Itu fokus utama kami saat ini,” tambah Dicky.
Baca Juga: TKA 2026 di Kota Batu Gunakan Skema Khusus untuk Wilayah Blank Spot
Kondisi ini menunjukkan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada suntikan modal, tetapi juga kesiapan sistem pemasaran dan penguatan kelembagaan koperasi.
Secara umum, KDMP di Kota Batu mulai bergerak. Namun, tanpa dukungan akses pasar yang kuat, potensi yang ada belum bisa dimaksimalkan sepenuhnya.
Editor : Fajar Andre Setiawan