BATU, RADAR BATU - Kondisi infrastruktur yang buruk mulai mengancam keberlanjutan agrowisata. Pemerintah Kota (Pemkot) Batu akan segera memperbaiki akses jalan menuju lahan apel di Kecamatan Bumiaji dalam waktu dekat. Langkah ini diambil setelah muncul keluhan dari petani dan pelaku wisata.
Jalan menuju kebun apel masih berupa tanah dan bebatuan. Medannya terjal dan sulit dilalui. Kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan wisatawan. Petani juga kesulitan mengangkut hasil panen. Risiko kecelakaan meningkat saat membawa muatan dari kebun.
Baca Juga: Ganggu Aktivitas Pasar Induk Among Tani Kota Batu, 1.400 Tutup U-Ditch Akhirnya Disingkirkan
Perbaikan jalan dinilai mendesak. Selain untuk memperlancar distribusi, juga untuk menjaga daya tarik wisata petik apel. Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto mengatakan pembangunan infrastruktur akan dilakukan dengan skema kolaborasi. Pemerintah daerah dan desa diminta berbagi peran.
“Tidak harus menunggu APBD. Dana APBDes bisa dialokasikan untuk jalur usaha tani,” ujarnya. Ia mendorong desa lebih mandiri dalam penyediaan material. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dapat dilibatkan untuk memproduksi kebutuhan pembangunan.
Baca Juga: Tekan Risiko Bencana, Regulasi Pengawasan Hutan Mulai Digodok Pemkot Batu
Heli mencontohkan praktik di Desa Sumberbrantas. Petani setempat telah mampu memproduksi paving secara mandiri. Model tersebut dinilai efektif. Selain menekan biaya, juga mempercepat pembangunan.
Dengan perbaikan jalan, akses diharapkan menjadi lebih lebar dan aman. Kendaraan pengangkut hasil panen maupun wisatawan bisa melintas dengan lebih mudah. Upaya ini diproyeksikan mendorong kebangkitan apel sebagai ikon Kota Batu.
Baca Juga: Peringati Hari Kartini, 31 ASN Pemkot Batu Gelar Fashion Show
Infrastruktur yang memadai dinilai menjadi kunci untuk menarik kembali minat wisatawan. Perbaikan akses juga sekaligus menjadi ujian keseriusan pemerintah dalam menjaga sektor agrowisata agar tetap kompetitif di tengah persaingan dengan destinasi lain.
Editor : Fajar Andre Setiawan