Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Lukisan 'Lelayu' Karya Slamet Henkus Jadi Pusat Perhatian di Galeri Raos, Ini Maknanya

Salma Ayu Aisyah • Minggu, 19 April 2026 | 07:00 WIB
PUSAT PERHATIAN: Beberapa Pengunjung Berfoto dengan Karya Pameran Solo Slamet Henkus di Galeri Raos pada Sabtu (18/4)
PUSAT PERHATIAN: Beberapa Pengunjung Berfoto dengan Karya Pameran Solo Slamet Henkus di Galeri Raos pada Sabtu (18/4)

 

BATU, RADAR BATU - Suasana Galeri Raos, Kota Batu, mendadak berubah menjadi ruang kontemplasi pada Sabtu lalu (18/4). Pameran tunggal Slamet Henkus bertajuk Paradoks Mitologi tersebut berhasil membuat publik tercengang. Salah satunya berjudul ‘Lelayu'.

Berbeda dengan karya lainnya, Lelayu tampil mencolok dengan permainan pencahayaan biru dan merah yang dramatis. Bukan sekadar estetika, Slamet Henkus sengaja meracik atmosfer ini untuk menciptakan kesan magis yang subtil namun kuat. "Kematian adalah puncak dari keindahan. Ia ibarat momen ketika seseorang telah siap mempertanggungjawabkan seluruh amalnya," ungkapnya.

Pemilihan spektrum lampu biru-merah pada Lelayu bukan tanpa alasan. Sang seniman ingin mendongkrak nilai spiritualitas karya tersebut. Secara tak langsung, penonton untuk tidak hanya melihat dengan mata, tapi juga dengan rasa.

Keberhasilan Slamet dalam menyampaikan pesan tersebut diamini oleh para pengunjung. Aditya Arief, salah seorang mahasiswa pendidikan seni rupa, mengakui jika 'Lelayu' adalah magnet utama pameran ini. “Saat masuk memang paling tertarik dengan lukisan tersebut,” terangnya.

Diva, pengunjung lainnya, mengaku merasakan sensasi fisik saat menatap karya tersebut dari dekat. "Detailnya memberikan pesan yang membuat saya merinding. Ada nilai magis yang kuat di sana," tuturnya.

Meski sarat akan filosofi berat tentang kematian, Slamet Henkus tetap adaptif dengan tren masa kini. Ia menata setiap sudut Galeri Raos dengan presisi. Tujuannya, memastikan tata letak karya tidak hanya optimal secara artistik tetapi juga estetik di lensa kamera.

Editor : Fajar Andre Setiawan
#pameran lukisan #Galeri Raos #pameran seni