Selain senam zumba yang rutin digelar dan selalu menyedot massa, tren running mulai mencuri perhatian. Banyak pengunjung memanfaatkan momen CFD sebagai ajang olahraga sekaligus refreshing. Dyah Ratna salah seorang pengunjung mengaku lebih nyaman memilih jogging santai ketimbang mengikuti senam bersama.
BACA JUGA Libur Lebaran Tak Mampu Angkat Ekonomi Songgoriti
“Kalau ikut zumba agak malu, saya introvert,” ujarnya sambil tersenyum. Menurutnya, kawasan ini juga ideal untuk aktivitas keluarga. Selain berolahraga, anak-anak bisa bermain dengan leluasa di area terbuka yang aman.
“Biasanya saya ke sini sama anak, kadang juga bareng suami,” imbuh warga Kelurahan Sisir tersebut. Keberadaan stan UMKM turut menjadi daya tarik tambahan. Usai berolahraga, pengunjung bisa langsung menikmati aneka kuliner yang tersedia di sekitar lokasi.
BACA JUGA Alarm Ekologis yang Diacuhkan
Hal senada disampaikan Ayu Retno. Ia rela datang dari Singosari, Kabupaten Malang demi merasakan sensasi berlari di tengah suasana CFD. “Ramai, jadi larinya lebih semangat,” ujarnya.
Meski trek lari tidak terlalu panjang, Ayu menilai jalurnya tetap nyaman digunakan. Rindangnya pepohonan membuat udara terasa segar, cocok untuk aktivitas fisik di pagi hari.
BACA JUGA Masa Depan Pertanian di Tengah Gejolak Alih Fungsi Lahan (14): Petani Organik Terus Menanam Asa
Kombinasi olahraga, suasana alam, dan kuliner itulah yang membuat CFD MBatu Sae kian diminati. Tak hanya sebagai ruang publik, tapi juga jadi gaya hidup baru warga Kota Batu.
Editor : Fajar Andre Setiawan