Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Empat Nama Menguat di Bursa Pencalonan Sekda, 14 Kepala Dinas Dinilai Punya Peluang yang Sama

Rori Dinanda Bestari • Sabtu, 11 April 2026 | 16:30 WIB
MENYEIMBANGKAN ANGGARAN: Sejumlah ASN melakukan apel pagi di depan Balai Kota Amongtani. RORI DINANDA BESTARI
MENYEIMBANGKAN ANGGARAN: Sejumlah ASN melakukan apel pagi di depan Balai Kota Amongtani. RORI DINANDA BESTARI

 

BATU – Bursa calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu kian mengerucut. Dari total pejabat eselon II, kini tersisa 14 kepala dinas yang secara administratif berpeluang mendaftar. Sebelumnya, sembilan pejabat dipastikan gugur akibat terbentur batas usia. Di sisi lain, empat posisi kepala dinas saat ini masih diisi pelaksana tugas (Plt), sehingga mempersempit peta persaingan.

Di tengah situasi tersebut, sejumlah nama mulai menguat. Di antaranya Alfi Nurhidayat, Mohammad Nur Adhim, Dyah Lies Tina, dan Aditya Prasaja. Keempatnya disebut-sebut memiliki peluang besar dalam kontestasi jabatan tertinggi ASN di Pemkot Batu itu.

BACA JUGA Lima Wilayah Jadi Sentra Sapi Perah, Ternak Babi Belum Dipetakan di Kota Batu

Pakar Kebijakan Publik Universitas Brawijaya Andhyka Muttaqin menilai, seleksi Sekda kali ini memiliki tingkat kompleksitas tinggi. Selain faktor usia, kebutuhan kepemimpinan birokrasi juga menjadi penentu utama.

“Ada lima indikator penting, yakni kemampuan koordinasi lintas OPD, penguasaan teknokrasi kebijakan, pengalaman fiskal, kepemimpinan strategis, dan komunikasi politik,” ujarnya. Ia kemudian memetakan kekuatan masing-masing kandidat. Alfi Nurhidayat dinilai sebagai figur moderat dengan pengalaman di sektor infrastruktur dan pendidikan.

“Alfi kuat secara manajerial sektoral, tapi tantangannya di penguasaan fiskal makro dan interaksi lintas perangkat daerah,” jelasnya. Sementara itu, Mohammad Nur Adhim dianggap unggul dalam aspek fiskal. Sebagai Kepala Bapenda, ia dinilai memahami arus kas daerah dan strategi peningkatan PAD.

BACA JUGA Meski Sumbang Pajak Daerah, DPRD Kota Batu Tetap Ingatkan Pengelola Wisata Mikutopia tentang Izin

“Kalau orientasinya pengamanan keuangan daerah, Adhim sangat kuat. Tapi belum tentu dominan di manajemen lintas sektor pelayanan publik,” tambahnya. Di sisi lain, Dyah Lies Tina dipandang sebagai representasi tata kelola modern. Pengalamannya di bidang perizinan dan reformasi birokrasi menjadi nilai lebih.

“Kuat di koordinasi lintas sektor dan investasi, tapi tidak terlalu dominan di penganggaran makro,” paparnya. Adapun Aditya Prasaja dinilai unggul dalam sektor pelayanan publik dan penanganan isu sosial. Latar belakangnya di bidang kesehatan menjadi modal dalam menghadapi situasi krisis.

BACA JUGA Henkus Bedah Modernitas Lewat Pameran “Paradoks Mitologi” di Galeri Raos Kota Batu

“Dia kuat di operasional dan isu sosial, tapi relatif moderat untuk persoalan fiskal dan infrastruktur,” ujarnya. Menurut Andhyka, pilihan Sekda sangat bergantung pada arah kebijakan kepala daerah. Jika fokus pada stabilitas fiskal, maka figur seperti Nur Adhim dinilai ideal.

Namun, jika ingin mendorong reformasi birokrasi dan investasi, Dyah Lies Tina menjadi opsi progresif. Sementara Alfi disebut sebagai jalan tengah yang mampu menjaga keseimbangan birokrasi tanpa memicu resistensi internal. “Sekda itu bukan sekadar administrator, tapi juga policy integrator dan political stabilizer,” tegasnya.

Kini, proses seleksi menjadi sorotan publik. Sosok Sekda terpilih nantinya akan menentukan arah birokrasi sekaligus stabilitas pemerintahan Kota Batu ke depan. Terpisah, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto memilih bersikap diplomatis. Ia menegaskan seluruh pejabat yang memenuhi syarat memiliki peluang yang sama. “Semua yang memenuhi syarat berpeluang. Kita tunggu saja prosesnya,” ujarnya. 

Editor : Fajar Andre Setiawan
#seleksi sekda #sekda kota batu #ASN Pemkot Batu #kota batu adalah