BATU - Strategi promosi tiket gratis yang kerap dilakukan destinasi wisata saat soft opening mulai menuai kritik. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batu menilai skema tersebut berpotensi merugikan daerah sekaligus mengganggu iklim persaingan usaha.
Kepala Bapenda Kota Batu Mohammad Nur Adhim menegaskan kebijakan menggratiskan tiket saat high season sebaiknya dihindari. Pasalnya, langkah tersebut dapat menyedot konsentrasi wisatawan ke satu titik dan berdampak pada destinasi lain.
BACA JUGA Lima Wilayah Jadi Sentra Sapi Perah, Ternak Babi Belum Dipetakan di Kota Batu
“Kalau memang ingin gratis, jangan saat high season. Itu merugikan iklim investasi dan membuat persaingan tidak sehat,” ujarnya. Menurut Adhim, dampak yang ditimbulkan tidak hanya pada aspek persaingan usaha, tapi juga berimbas langsung pada potensi PAD.
Sektor pajak hiburan yang seharusnya bisa diserap justru hilang karena tidak ada transaksi tiket. Ia mencontohkan salah satu destinasi wisata baru yang sempat menerapkan tiket gratis saat uji coba menjelang Lebaran.
BACA JUGA Meski Sumbang Pajak Daerah, DPRD Kota Batu Tetap Ingatkan Pengelola Wisata Mikutopia tentang Izin
Berdasarkan proyeksi jumlah pengunjung, potensi pajak hiburan yang hilang diperkirakan mencapai Rp250 juta hingga Rp300 juta. “Angka itu cukup besar, apalagi beban infrastruktur tetap ditanggung pemerintah,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Bapenda berencana mengusulkan kepada instansi pemberi izin agar program tiket gratis tidak diperbolehkan, khususnya saat periode libur panjang. Adhim juga menekankan pentingnya koordinasi antara pelaku usaha dengan pemerintah daerah sebelum menerapkan strategi promosi.
BACA JUGA Terulang, Kotak Amal Masjid Ibnu Khaldun Kota Batu Digondol Maling
Hal itu diperlukan agar kebijakan yang diambil tidak berdampak negatif terhadap ekosistem pariwisata secara keseluruhan. “Sebagai kota wisata, sektor hiburan ini sangat potensial. Jadi harus dikelola dengan bijak,” tandasnya.
Editor : Fajar Andre Setiawan