NGAGLIK, RADAR BATU - Perayaan Jumat Agung di Kota Batu dikemas lebih imersif. Orang Muda Katolik (OMK) memerankan kisah sengsara Yesus Kristus melalui teatrikal jalan salib di ruang terbuka kemarin (3/4), di kawasan Jalan Ridwan, Kelurahan Ngaglik.
Puluhan pemuda berkostum prajurit memenuhi ruas jalan. Di tengah terik matahari, seorang pemeran Yesus berjalan tertatih memikul salib kayu. Tubuhnya dilukiskan penuh luka. Visualisasi ini merekonstruksi perjalanan via dolorosa hingga penyaliban di Golgota.
Suasana hening pecah oleh emosi umat. Sejumlah jemaat tampak menitikkan air mata saat prosesi berlangsung. Rangkaian ini menjadi bagian dari ibadat Jumat Agung di Gereja Katolik Gembala Baik Kota Batu.
BACA JUGA Destinasi Wisata Wajib Ramah Difabel dan Minim Polusi, Pakar Pariwisata UM: Jangan Sekadar Indah
Ketua Dewan Paroki Andreas Ali Purnomo mengatakan konsep tahun ini berbeda dari sebelumnya. Jika biasanya digelar di dalam ruangan, kini tablo dipindahkan ke luar ruang.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih nyata dan ruang gerak lebih luas,” ujarnya.
Dengan rute terbuka, umat tidak hanya menyaksikan, tetapi juga ikut berjalan mengikuti prosesi. Pendekatan ini dinilai memperkuat penghayatan atas makna pengorbanan.
BACA JUGA Cak Nur Pastikan Stok BBM Aman
Di balik pementasan, sekitar 50 orang terlibat dalam produksi. Mayoritas berasal dari OMK dan Remaja Katolik. Persiapan dilakukan sejak sebulan terakhir, mencakup latihan koreografi hingga penyiapan properti. Prosesi ini merupakan bagian dari rangkaian Pekan Suci.
Dimulai dari Minggu Palma, dilanjutkan Tri Hari Suci, Kamis Putih, Jumat Agung, hingga Sabtu Suci, dan ditutup dengan Minggu Paskah. Andreas menegaskan pendekatan visual menjadi cara untuk menghidupkan pesan iman.
“Tidak hanya dibaca, tetapi juga dirasakan,” katanya. Pementasan ini sekaligus menunjukkan upaya gereja menghadirkan ibadat yang lebih kontekstual. Bukan sekadar ritual, tetapi pengalaman spiritual yang membumi dan menyentuh.
Editor : Fajar Andre Setiawan