BATU - Upaya menekan rasio belanja pegawai tidak hanya bergantung pada efisiensi internal.
DPRD Kota Batu meminta pemerintah daerah lebih agresif menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai masih belum optimal.
Wakil Ketua II DPRD Kota Batu Ludi Tanarto menilai masih banyak sumber pendapatan yang bocor atau belum tergarap maksimal.
BACA JUGA Belanja Pegawai Overload, Pemkot Batu Tegaskan Tak Ada PHK ASN dan PPPK
“Masih banyak potensi yang bocor atau belum dimaksimalkan,” tegasnya.
Beberapa sektor yang disorot antara lain retribusi parkir tepi jalan, pajak hiburan di destinasi wisata, hingga pajak vila di kawasan permukiman.
Menurutnya, sektor vila memiliki potensi besar untuk mendongkrak PAD, terutama di tengah lesunya sektor perhotelan. Namun, hal itu membutuhkan pendataan yang lebih akurat.
BACA JUGA Kolaps, Wisatawan Mikutopia Tewas Mendadak
Selain itu, digitalisasi sistem parkir di kawasan strategis seperti Alun-Alun Kota Batu dinilai penting untuk meningkatkan transparansi dan akurasi pendapatan.
DPRD juga mendorong pembaruan data sektor akomodasi agar seluruh potensi pajak dapat ditarik secara optimal.
BACA JUGA Alih Fungsi Lahan Diduga Picu Banjir Luapan di Bumiaji
Dengan langkah tersebut, legislatif optimistis struktur fiskal daerah bisa kembali seimbang tanpa harus mengorbankan pelayanan publik.
Editor : Fajar Andre Setiawan