Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Alih Fungsi Lahan Diduga Picu Banjir Luapan di Bumiaji

Rori Dinanda Bestari • Rabu, 1 April 2026 | 12:30 WIB

 

MITIGASI BENCANA: Wali Kota Batu Nurochman dan Tim BPBD Kota Batu melakukan susur Sungai Krecek, Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji kemarin (31/3).
MITIGASI BENCANA: Wali Kota Batu Nurochman dan Tim BPBD Kota Batu melakukan susur Sungai Krecek, Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji kemarin (31/3).

 

BUMIAJI, RADAR BATU - Banjir luapan yang melanda Kecamatan Bumiaji Senin lalu (30/3) sekitar pukul 17.30 memunculkan dugaan kerusakan lingkungan di wilayah hulu. Perubahan fungsi lahan di kawasan perbukitan dinilai menjadi faktor utama meningkatnya debit air yang membawa material lumpur ke permukiman.

Banjir luapan tersebut sedikitnya menerjang empat titik di Desa Punten dan Desa Tulungrejo. Lima rumah warga terdampak, sementara aliran air juga menjebol pembatas sungai. Kali Krecek menjadi titik paling terdampak. Debit air meluap hingga melintasi badan jalan. Lokasi ini berada dekat kawasan wisata Mikutopia di Desa Tulungrejo.

BACA JUGA: Dua PMI Ilegal Muncul, Disnaker Batu Perketat Pengawasan

Wali Kota Batu Nurochman bersama tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan peninjauan langsung dengan menyusuri aliran sungai kemarin (31/3). Meski penyebab pasti masih dikaji, perubahan tutupan lahan menjadi sorotan utama. “Indikasinya tetap sama, alih fungsi lahan yang semakin masif,” ujarnya.

Menurutnya, perubahan tidak hanya berasal dari pembangunan fisik. Pergeseran komoditas pertanian juga berpengaruh. Lahan apel yang memiliki daya serap tinggi kini banyak beralih ke tanaman hortikultura yang kurang mampu menahan air.

BACA JUGA: Pemkot Batu Siapkan Skema WFH Bergilir

Kondisi tersebut membuat air hujan lebih cepat mengalir ke permukaan. Dampaknya, wilayah hilir menjadi lebih rentan terhadap banjir luapan saat intensitas hujan tinggi. Faktor ekonomi disebut mendorong petani beralih ke tanaman dengan siklus panen lebih cepat. Namun, perubahan ini membawa konsekuensi ekologis yang signifikan.

Pemerintah meminta pelaku usaha turut menjaga kawasan resapan. Pembangunan di wilayah Bumiaji diminta tidak mempersempit daerah tangkapan air. “Kami akan rumuskan mitigasi jangka panjang setelah asesmen selesai,” kata Nurochman.

BACA JUGA: Lahan Baku Sawah Menyusut, Ketahanan Pangan Menciut

Sementara itu, Kabid Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu Gatot Nugraha mengatakan akumulasi material longsor dan sampah dari hulu diduga menyumbat aliran sungai. “Material terbawa dan menutup aliran, sehingga air meluap. Penanganan tidak cukup di titik bencana saja tanpa menyasar wilayah hulu sebagai sumber persoalan,” tandasnya. (ori/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#alih fungsi lahan #kawasan perbukitan #kota batu