Radar Batu – Mabes TNI melakukan penyidikan internal terkait dengan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Langkah tersebut diambil sebagai bentuk tanggapan dari opini yang beredar di masyarakat, yang menyebutkan bahwa latar belakang dari pelaku penyiraman tersebut adalah seorang militer.
Dilansir dari JawaPos.com Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Aulia Dwi Nasrullah, menyampaikan bahwa penyelidikan internal telah dilakukan sejak insiden terjadi di Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis tengah malam (12/3).
“Pada kesempatan ini, kami menyikapi perkembangan situasi, termasuk opini yang berkembang di masyarakat terkait dugaan pelaku berasal dari TNI,” ujar Aulia pada Selasa malam (17/3).
“Sejak kejadian, TNI sudah merespons dengan melakukan penyelidikan secara internal. Kami mohon kepada rekan-rekan wartawan untuk bersabar, karena kami bekerja secara profesional dan transparan,” imbuhnya.
Langkah penyidikan internal diambil murni berdasarkan bentuk perkembangan opini di masyarakat. Bukan hasil koordinasi dengan pihak kepolisian.
“Dengan adanya opini tersebut, kami akan menyelidiki dugaan keterlibatan prajurit TNI. Harapannya, hasilnya nanti dapat menjawab dan tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat,” jelasnya.
Sumber: JawaPos.com